Kamis, 15 Desember 2011
Sampai Firman jadi daging dalam hidup kita
"Until the Word become Flesh in our life" ( Sampai Firman jadi daging dalam hidup kita)
Joh 1: 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1. Firman Allah itu benar adanya-percaya sepenuhnya.
Bangsa Israel dijanjikan Tuhan tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya. Bil 13:23 Ketika mereka sampai ke lembah Eskol, dipotong merekalah di sana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah mereka menggandarnya; juga mereka membawa beberapa buah delima dan buah ara. 24 Tempat itu dinamai orang lembah Eskol, karena tandan buah anggur yang dipotong orang Israel di sana.
Tetapi mereka tidak bisa menikmati, karena mereka tidak percaya. Ibr 4:2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.
Firman merobah paradigma (cara pandang). Bil 13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. 28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. 33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." Num 13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"
Firman menjadi daging,tanpa intervensi manusia. Yesus lahir bukan karena nafsu seorang laki-laki, Mat 1:24,25 Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Joh 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
2. Firman itu ada proses untuk menjadi daging, dengan merenungkan. Contoh: Maria. Luk 1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Luk 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Luk 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Merenungkan= pondered them in her heart. Yun: sumballo=combine. Batak: dipahusorhusor.
3. Ada tiga penghalang Firman itu tidak menjadi daging:
a. Tidak menangkap dan mengerti. Dengar baik-baik, pahami (comprehend)-sampai mengerti . Bandingkan hati Mat 13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Mat 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Mar 4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Luk 8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. >>> Ilustrasi iman: Seperti naik gunung
b. Firman tidak berakar sebab ada batu-batu (dosa-dosa yang dditegur firman). Antara kebenaran Firman dan realitas kehidupan sering berbeda. Kegembiraan sesaat, tetapi batu tetap ada. Buang batu-batu itu. Mat 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Mar 4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Luk 8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Mendengar Firman sekedar untuk senang sesaat>>> 2Ti 4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 2Ti 3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
c. Terhimpit oleh kesenangan duniawi. Mar 4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.Mar 4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Luk 8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yer 15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Joh 6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
d. Biarkan Firman itu berbuah dan menjadi lifestyle.Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Mar 4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat." Luk 8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
Inilah yang dilakukan Maria. Luk 2 :19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (KJV) But Mary kept all these things, and pondered them in her heart. Yun: sumballo=combine. Batak: dipahusorhusor.
Beberapa alasan orang untuk mendengar Firman Tuhan:
1. Sekedar mendengar. Herodes. Kis Kis 26
2. Karena takut. Israel. Ul 5:25
3. Mencari kesalahan. Orang Farisi. Mat 12:10
4. Mencari hal-hal baru. Athena Kis 17:6
5. Supaya bisa tidur. Etikus. Kis 20;9
6. Untuk mendapatkan hal jasmani. Orang banyak.Yoh 6:26,27
7. Melakukan dengan segenap hati. Maria.Luk 1:38
Rabu, 23 November 2011
Model liturgi ibadah menurut Tabernakel
Model liturgi ibadah menurut Tabernakel
Ibr 9:1 Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
1. Pintu Gerbang. >> Pernyataan iman, kepercayaan
a. Mengakui dengan mulut akan kepecayaan kita kepada Bapa, Anak, dan Roh Kudus
b. Mengakui dengan mulut bahwa Firman Tuhan adala kudus dan harus dilakukan
c. Mengakui dengan mulut bahwa Kristen itu hidup sesuai dengan iman kepada Firman
2. Mezbah Bakaran >> Pengakuan dosa, Perjamuan Kudus (makan tubuh Tuhan dan minum DarahNya)
a. Memerikasa hati dan pikiran
b. Mengakui dosa yang telah dilakukan dan memohon darah Yesus membasuh
c. Mempercaya kuasa darah Yesus telah membasuh dosa
d. Berjanji untuk tetap hidup kudus dan benar
e. Perjamuan Kudus
3. Kolam Basuhan >> Penyucian
a. Menerima hidup yang dikuduskan
b. Mempertahankan kekudusan
4. Pintu Bait Suci >> Pengurapan Roh Kudus
a. Menerima urapan Roh Kudus
b. Dibaptis dan dipenhi Roh Kudus
c. Menyatakan karunia Roh Kudus
5. Meja Roti >> Pemberitaan Firman Tuhan
a. Pembacaan Firman Tuhan
b. Pemberitaan Firman Tuhan
c. Menerima dan mengaminkan Firman Tuhan
d. Berjanji untuk melakukan Firman Tuhan
6. Pelita Emas >> Kesaksian, karya Kristus dalam kita
a. Menceritakan apa yang telah dikerjakan Firman Tuhan dalam hidupmu
b. Menceritakan apa yang engkau lakukan sesuai dengan Firman Tuhan yang engkau terima
7. Tirai >> Penyangkalan diri
a. Memeriksa karakter yang bertetangan dengan Firman Tuhan yang belum sungguh-sungguh ditinggalkan
b. Membuat penyangkalan atas karakter yang salah
c. Menerima karakter Allah untuk menggantikan karakter yang telah disangkali
8. Mezbah Dupa >> Penyembahan dalam Roh dan Kebenaran
a. Menyembah dalam Roh dan Kebenaran dengan berbahasa Roh
9. Peti Perjanjian >> Menikmati hadirat Tuhan
a. Menerima hadirat Tuhan
b. Menerima kuasa Tuhan
c. Menerima berkat Tuhan
d. Bersyukur atas hadirat dan jamahan Tuhan
10. Doa berkat dan Pengutusan
MENYONGSONG LANGIT YANG BARU DAN BUMI YANG BARU
MENYONGSONG LANGIT YANG BARU DAN BUMI YANG BARU
Pedahuluan
Dengan menyadari akan berakhirnya zaman ini, kita sedang berhadapan dengan zaman baru, dimana tidak seorangpun dari kita yang pernah menyeberang ke sana. Kita sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa melalui Alkitab kita dapat memahami apa dan bagimana keadaan langit yang baru dan bumi yang baru itu. Rasul Yohanes yang pernah melihat lewat wahyu tentang situasi langit dan bumi yang datang itu dan mendengar suara Tuhan berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." (Wah 21:5) Oleh karenanya kita semakin antusias dan bersemangat untuk segera masuk ke sana.
Rasul Petrus menuliskan suatu proses urutan kejadian di masa datang itu speerti barikut: "Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." (2 Pet 3:5-7,10,13) Coba perhatikan dengan teliti bagian-bagian dari nas di atas, jika kita membuat urutannya, ada hal yang sangat luar biasa dan menakjubkan:
ᄁ Oleh Firman telah ada sejak dahulu. Bandingkan dengan Kej 1:1 "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Tetapi Rasul Petrus tidak menuliskan "bumi" dalam tulisanya yang termasuk ada oleh Firman Allah sejak dulu, padahal dari dari mulanya Allah menciptakan langit dan bumi satui paket. (Lihat dalam Bab I.1)
ᄁ Bumi yang berasal dari air dan oleh air. Pada bagian ini Rasul Petrus menuliskan bahwa penciptaan bumi itu berasal dari air dan oleh air. Dalam Kej 1:2 menjelaskan kepada kita bahwa "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." Rupanya terjadi sesuatu melanda bumi sehingga permukaan ditutupi oleh air, oleh karena itu Allah dalam proses penciptaan tujuh hari, Tuhan membuat pemisahan antara darat dan air. (Kej 1:2) (Lihat dalam Bab 1.b)
ᄁ Bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Bagian ini mengingatkan kita peristiwa kebinasaan segala mahluk yang ada nafas dalam lobang hidungnya di bumi dengan air bah pada masa Nuh dalam Kejadian 6-9, dimana hanya keluarga Nuh yang selamat. (Lihat Bab I.1)
ᄁ Oleh Firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Bagian ini mengarahkan hati kita ke masa yang akan datang, dimana peristiwa hari terakhir atau sering juga disebut sebagai hari kiamat atau seperti dalam nas di atas disebut sebagai hari penghakiman, semua langit dan bumi akan lenyap oleh api yang dahsyat. Bahkan dirinci dengan "unsur-unsur dunia" akan hangus dalam nya api. Menurut filsuf Aristoles, "unsur-unsur dunia" terdiri dari api, angin, air dan tanah; semua akan binasa oleh api. (Lihat Bab I.1.b)
ᄁ Kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Dengan bagian ini Rasul Petrus menunjukkan pengharapan kita, ke tempat ini kita akan pindah, karena langit dan bumi yang yang sekarang akan lenyap, itu sebabnya Tuhan menyediakan langit yang baru dan bumi yang baru buat kita.
Melalui beberapa ayat berikut ini menjelaskan kepada kita tentang langit yang baru bumi yang baru itu, dan ternyata ini adalah karya penciptaan Allah dalam menurut rencanaNya yang agung (lihat Bab I.3,4):
a. Langit yang baru dan bumi yang baru, ciptaan Allah
Yes 65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati." ( "For, behold, I create new heavens and a new earth: and the former shall not be remembered, nor come into mind."KJV) Yes 66:22 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. (For as the new heavens and the new earth, which I will make, shall remain before me, saith the LORD, so shall your seed and your name remain. KJV)
b. Kita menantikan langit yang baru dan bumi baru
2 Pet 3:13 "Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." (Nevertheless we, according to his promise, look for new heavens and a new earth, wherein dwelleth righteousness. KJV)
c. Langit dan bumi baru itu sesuatu yang nyata
Wah 21:1 "Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi." (And I saw a new heaven and a new earth: for the first heaven and the first earth were passed away; and there was no more sea. KJV) Yes 65: 20-22 "Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka.
Apa yang dinubatkan oleh Nabi Yesaya dalam pasal 65 tentang "langit yang baru dan bumi yang baru" yang Tuhan ciptakan itu, itulah langit yang baru dan bumi yang baru yang dikatakan Rasul Petrus, "kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru" dan inilah juga yang dilihat oleh Rasul Yohanes di Pulau Patmos, "aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru." Sungguh alangkah luar biasa karya penciptaan Allah itu yang ditunjukkan kepada pada hamba-hambaNya sesuai dengan periode mereka dan diwujudnyatakan pada zaman kita nanti.
Langit yang baru dan bumi yang baru itu kelihatannya ada kesamaan dengan keberadaan langit dan bumi yang kita tempat sekarang ini; suatu tempat yang dihuni manusia, sebab Nabi Yesaya menulis "Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk" dan masih ada yang "mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya", suatu tempat dimana kehidupannya diwarnai kebenaran, suatu tempat dimana Allah hadir dan tinggal bersama umatNya.
Dengan kebenaran ini alkitan ingin menegaskan bahwa Allah kita tidak pernah berhenti berkarya, Dia terus mencipta dan menyediakan perkara yang baru buat umatNya. Sungguh adalah suatu hal yang sempit jika Allah sang Pencipta itu hanya sekali mencipta langit dan bumi yang hanya "berumur sekitar 6000 tahun" menurut perkiraan pada teolog dan menurut pada ahli sekular mungkin sudah "jutaan tahun", lalu Ia berhenti begitu saja. Tetapi yang benar adalah jika kita semakin cermati kebenaran Alkitab, maka kita melihat bahwa Allah itu adalah Allah yang kekal dan terus mencipta.
Bab I
Allah Pencipta, tetap mencipta
Alkitab menjelaskan bahwa Allah yang kita sembah dalam Yesus Kristus adalah pencipta alam semesta ini. Ia menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan berwujud seperti yang kita lihat dan alami sekarang ini. Sebutan "Pencipta langit dan bumi" melekat kepada diri Allah kita, karena Dialah memang yang menciptakan segala sesuatunya sejak dari mula pertama (Kejadian 1). Hal itu juga diproklamirkan oleh Melkisedek ketika ia bertemu dan memberkati Abraham. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi," (Kej 14:19) Perkataan "diberkatilah Abram, oleh Allah Yang Mahatinggi" adalah ungkapan yang diberikan kepada Allah,untuk menunjukkan bahwa Allah itu sangat mulia. Ungkapan Allah Yang Mahatinggi, itu juga menunjukkan kesempurnaan kemutlakan dalam diriNya sendiri, dan kedaulatan kekuasaanNya atas semua makhluk. Penguasa langit dan bumi - Ia adalah Allah yang berdaulat dan pemilik syah dari semua makhluk; sebab Dialah yang mencipta mereka.
1. Penciptaan langit dan bumi pada mulanya
Para ahli meyakini, waktu Allah menciptakan langit dan bumi pada mulanya semuanya dalam keadaan sempurna (Kej 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.) Kata "pada mulanya" menurut Kamus Webster (Beginning, Ingg) berarti yang pertama masuk atas, memulai, yang asli, dasar, penyebab yang pertama. Selanjutnya Smith menjelaskan bahwa penciptaan dari segala sesuatu dijelaskan dalam Alkitab bagi Allah, satu-satunya alasan yang dapat diperhitungkan dari keaslian dunia ini. Metoda penciptaan tidak berada dalam Kejadian, dan sejauh yang dapat menyangkut tanggung jawab, setiap bagiannya mungkin diciptakan setelah tindakan penciptaan pertama berlansgung oleh Allah. Kata "bara" (Ibrani) berarti ciptaan, digunakan tiga kali dalam Kejadian pasal satu yang mempunyai makna:
" Sebagai yang asli dari benda itu,
" Sebagai yang asli dari hidup,
" Sebagai yang asli dari jiwa manusia,
Oleh kuasa Allah Sang Pencipta, langit dan bumi telah ada sebagaimana mestinya sejak dari mulanya (from the beginning), namun rupanya belum berpenghuni. Hal itu terlihat juga dalam Kejadian 1, penghuni bumi baru kemudian ada dalam proses "penciptaan tujuh hari".
a. Kerusakan awal pada ciptaan
Kejadian 1:1 dengan Kejadian 1:2, ada dua situasi yang sangat kontras. Pada (ayat 1, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi) kita masih menikmati suasana kesempurnaan ciptaan Allah yang agung, tetapi sebaliknya pada (ayat 2, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air) kita baca suasana yang bisa disebut "chaos" dimana bumi diliputi kegelapan dan luapan air. Banyak ahli berpendapat bahwa ini bukanlah karya Allah, melainkan pekerjaan musuh Allah yaitu iblis, yang dahulunya adalah malaekat kudus namun menginginkan kedudukan seperti Allah. Iblis melakukan ini rupanya sebagai bagian dari pembrontakannya kepada Allah sebab ia telah diusir dari sorga dan dilemparkan ke bumi yang tidak berpenghuni.
b. Kejatuhan iblis
Pada awalnya iblis adalah seorang malaikat kudus yang statusnya sebagai pemimpin biduan sorga memberontak kepada Allah. Ia berkeinginan untuk juga disembah seperti Allah, sementara saat itu ia dalam status sebagai pempimpin para malaekat yang melakukan penyembahan kepada Allah. Akibatnya Allah menghukumnya bersama para malaikat yang mengikutinya, lalu melemparkan ke bumi.
Nabi Yehezkiel menggambarkannya dalam pasal 28 seperti berikut: "Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah" (ayat 12) "dan bahkan menyamakan diri dengan Allah" (ayat 6) "Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu" (ayat 14,15) "Ke bumi kau Kulempar" (ayat 17) "Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau" (ayat 19). Selanjutnya Nabi Yesaya menyebut namanya seperti tertulis dalam Yes 14:11-14 "Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." 12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!( How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations! KJV ) 13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. 14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi." Dan Yohanes menunjukkan pembuangan malaikat pemberontak itu dengan identitasnya yang lebih detail dalam Wah 12:4,9 sebagai berikut, "Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. 9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya."
Perhatikan beberapa nama (sebutan) tentang malaikat ini sebelumnya: Bintang Timur (Lucifer); putera Fajar (son of the morning); Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah (Thou sealest up the sum, full of wisdom, and perfect in beauty); tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah (Thou art the anointed cherub that covereth; and I have set thee so: thou wast upon the holy mountain of God); Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu (Thou wast perfect in thy ways from the day that thou wast created).
Jika kita memperhatikan semua sebutan tentang malaikat ini sebelum dia dijatuhkan ke bumi begitu luar biasa, Alkitab King James menuliskan sebagai "the anointed cherub" yang berjaga dan "perfect" sejak penciptaanya. Tetapi kecurangan itu merasuki malaikat ini sehingga ia berlaku sebagai pemberontak di hadapan Allah, yang membuatnya di buang ke bumi. Dari ayat-ayat ini kita mendapati kata "Lucifer" yang diterjemahkan dalam Alkitab LAI sebagai "Bintang Timur" yang kemudian kita mengenal dari nama itu dengan sebutan "iblis atas setan". Identitasnya jelas disebut oleh Yohanes "naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan" (great dragon, that old serpent, called the Devil, and Satan). Karena iblis itu pernah memiliki status sebagai malaikat, barangkali itu juga yang membuat dia hingga saat ini sering tampil sebagai "malaikat terang" (2 Kor 11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
Dampak kehadiran Iblis di muka bumi ini, ia membuat bumi ini menjadi kacau balau (chaos). Ini merupukan bagian dari pemberontakannya kepada Allah yang mengkibatkan ciptaan yang sempurna itu "gelap gulita dan air menggenagi permukaan bumi". Kej 1:2 "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air."
Tetapi syukur kepada Allah, Dialah Allah Yang Mahakuasa, Allah Pencipta yang tidak pernah dibatasi atau dihalangi oleh apapun dan siapapun. Allah yang Mahakuasa itu berinisiatif mengatasi semua "kekacauan" yang terjadi ini, disertai naungan "Roh Allah yang melayang-layang di atas permukaan air", Allah sang Pencipta mulai menata ulang khusus bumi dengan "proses penciptaan tujuh hari".
2. Penciptaan langit dan bumi yang kita diami sekarang ini
Rasul Petrus berkata, "Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air" (2 Pet 3:5) Menarik untuk mencermati nas ini dengan membandingkannya Kejadian 1:1, mencatat dengan jelas bahwa langit dan bumi diciptakan pada mulanya; terjadi dalam satu paket penciptaan. Namun Rasul Petrus membuatnya terpisah menjadi dua bagian yaitu: pertama, Oleh Firman Allah langit telah ada, lalu kedua, disambung lagi: bumi yang berasal dari air dan oleh air. Sudah pasti ini bukanlah satu kesalahan, tetapi ini adalah proses berikutnya dari penciptaan itu dalam "penciptaan tujuh hari". Seperti yang telah diuraikan secara singkat dalam Bab Pendahuluan, ada satu peristiwa terjadi khususnya di bumi; terjadi gelap gulita, terjadi luapan air yang menggenangi permukaan bumi.
Alkitab tidak mencatat dengan jelas, apa yang menjadi penyebab situasi kegelapan, kekosongan, dan air yang meliputi bumi; tetapi ini berupa asumsi kemungkinan iblis setelah dilempar ke bumi, ia melakukan sesuatu sehingga merusak kesempurnaan ciptaan Allah.
Jadi ada kemungkinan peristiwa Kejadian 1:1 dan peristiwa Kejadian 1:2 ada interval waktu dimana "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air", yang dapat dimaknai sebagai pengendalian Roh Allah dalam penjagaanNya atas keberadaan seluruh ciptaan. Jika dibandingkan menurut perkiraan dalam ilmu pengetahuan sekuler, pada umumnya mereka berpendapat bahwa umur bumi kita ini telah jutaan tahun. Hal itu dicoba dibuktikan melalui penemuan fosil dan berbagai penemuan lainnya yang dapat dibuat sebagai tolok ukur untuk memerkirakan umur alam semesta ini.
Sebaliknya melalui perhitungan tahun dalam Alkitab, umur bumi kita ini baru sekitar 6000 tahun. Kemungkinan perkiraan itu baru bisa terjadi sejak adanya matahari, bulan dan bintang, dimana dimungkinkan menghitung satu hari dengan terjadinya siang dan malam, khususnya dengan diketahuinya umur Adam.
Sebab jika diperhatikan dalam Kejadian 1:1 ukuran satu hari belum ada, dan ayat 2, tidak ada informasi berlama berlangsung. Matahari sebagai acuan untuk menghitung satu hari belum diciptakan, dan pada ayat 3, yang ada hanya terang yang memisahkan terang dan gelap. Jika pada ayat 5 dikatakan, "Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama." Timbul pertanyaan, apakah satu hari pada "hari pertama" itu hitungannya 12 jam? Kita tidak mengetahui, sekali lagi karena matahari dan bulan belum ada yang dapat dibuat untuk menghitung satu hari. Jadi untuk mengetahui berapa lamakah air menutupi permukaan bumi, tidak diketahui dengan pasti.
a. Penciptaan (penataan) tujuh hari
Dalam keadaan bumi "belum berbentuk dan kosong, gelap gulita, air menutupi permukaan bumi", proses penciptaan tujuh hari atau lebih tepat dikatakan "penataan" adalah:
Hari Pertama : Penciptaan Terang, memisahkan terang dan gelap. (Kej 1:3-5)
Hari Kedua : Penciptaan Cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air. (Kej 1:6-8)
Hari Ketiga : Penciptaan "segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut." (Kej 1:9-13)
Hari Keempat : Penciptaan "benda-benda penerang pada cakrawala (matahati, bulan dan bintang-bintang) untuk memisahkan siang dari malam" (Kej 1:14-19)
Hari Kelima : Penciptaan makhluk yang hidup (di atas bumi dan dalam air) (Kej 1:20-23)
Hari Keenam : Penciptaan Manusia manusia menurut gambar dan rupa Allah. (Kej 1:26-31)
Hari Ketujuh : Perhentian, hari memberkati dan menguduskannya (Kej 2:2,3)
b. Penciptaan bumi yang berasal dari air
Memperhatikan keadaan bumi dalam Kej 1:2 "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." Keadaan bumi diuraikan :
" Belum berbentuk
" Kosong
" Gelap gulita
" Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Catat di sini bahwa Roh Alah tidak melayang secara langsung di atas permukaan bumi. Jadi kemungkinan telah terjadi atau dikondisikan air samudera raya meluap sehingga menutupi permukaan bumi. (Perhatikan bahwa langit yang baru dan bumi yang baru, bahwa laut tidak ditemukan lagi). (Wah 21:1)
Perhatikan bahwa penciptaan hari Pertama hingga hari Keempat terfokus pada "pemisahan-pemisahan", untuk menemukan bentuk daratan (bumi), yang kemudian terisi dengan ciptaan dan diterangi oleh benda penerang. Jadi Penciptaan hari Ketiga juga adalah "pemisahan" antara tempat yang berair (lautan) dengan tanah yang kering (darat). Darat itu terwujud pada daratan yang luas dan utuh (tidak ada pulau-pulau), dan dikelilingi lautan. Hal ini perlu ditekankan, mengingat pada zaman Nuh semua jenis binatang berpasangan dimungkinkan datang dari penjuru bumi dan masuk ke dalam Bahtera Nuh sebelum air bah datang. Karena jika pada waktu itu bumi ini terpisah oleh lautan dan pulau-pulau berjauhan, bagaimanakah cara binatang yang memiliki keterbatasan mencapai tempat dimana Bahtera itu ada; Seperti Pinguin, Kanguru, Beruang kutub, Beruang Beruang kecil, dan banyak lagi yang lain harus lebih dulu menyeberangi samudera yang luas? Kej 7:2,3 "Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi." Karena itu melalui Kejadian 1:9 menjelaskan kepada kita dimana air itu dikumpulkan "di satu tempat", sehingga tanah kering nampak sebagai tempat dalam wujud tanah yang kering (daratan) yang dikelilingi oleh air.
c. Bumi terbagi-bagi
Hingga beberapa waku setelah air bah itu, daratan adalah sebagai tanah yang luas dan utuh. Hal inilah juga yang memungkinkan dapat tersebar ke seluruh bumi (Kej 9:19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. Kej 10:5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.") Tetapi pada zaman Peleg (keturunan keempat dari Nuh), Alkitab mencatat bahwa bumi terbagi (Kej 10:25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi (the earth divided, KJV) dan nama adiknya ialah Yoktan. 1 Taw 1:19 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya penduduk bumi terbagi (the earth was divided, KJV) dan nama adiknya ialah Yoktan.) Pada waktu Peleg lahir bumi terbagi dan manusia terserak sesuai dengan bahasanya masing-masing. Peleg- Dari (palag-Ibrani, berarti membagi), sebab pada jamannya, diperkirakan terjadi sekitar seratus tahun setelah air bah, bumi telah dibagi di antara anak-anak Nuh. Beberapa pendapat menyatakan bahwa terbagi di sini dimaksudkan adalah secara phisik, dan bukan secara politis, suatu pemisahan benua dan pulau dari daratan utama; beberapa bagian daratan dipersatukan ke dalam satu benua yang besar sebelumnya pada zaman Peleg.
Meskipun Alkitab tidak mencatat secara jelas, tetapi kemungkinan terbaginya bumi diperkirakan disebabkan satu gempa yang sangat dahsyat. Hal itu sesuai dengan para ahli berpendapat:
" Permukaan tanah yang luas sekali tersebut disebut Pangea terbentuk dari penyatuan dua benua yang lebih kecil bernama Gondwana dan Laurasia yang memakan waktu jutaan tahun. Setelah jutaan tahun berikutnya, Pangea mulai terbelah dan beberapa benua seperti yang ada sekarang terbentuk. Sekitar 95 juta tahun yang lalu, terjadi pembelahan benua menjadi Afrika dan Amerika Selatan, dan terbentuk Samudera Atlantik. Sekitar 55 juta tahun yang lalu, sub Benua India terdorong ke arah Asia bagian selatan, membentuk Pegunungan Himalaya. (FF).
" Pergeseran lempeng kerak bumi ini meskipun lambat, sekitar 5 sampai 12 sentimeter per tahun, dalam kurun wkatu sejuta tahun akan memindahkan sebuah benua sejauh 50 sampai 120 kilometer.
" Sejauh pemantauan kembali para ilmuwan. kini diketahui bahwa sekitar 300 juta tahun yang lalu yang muncul di permukaan air daratan yang sangat luas; sebuah super kontinen yang oleh para ilmuwan dinamakan Pangea, yang berada di tengah samudera yang sangat luas dan disebut Panthalasea. Sekitar 150 juta tahun yang lalu super kontinen ini membelah menjadi ¬タワGondwana¬タン yang meliputi Antartika, Australia, Afrika serta Amerika Selatan, dan Laurasia yang meliputi Asia, Eropa serta Amerika Utara. Dan kira-kira 50 juta tahun kemudian mereka keduanya terpecah lagi menjadi kontinen-kontinen yang tersebut di atas. Di dalam proses pemisahan ini, kontinen-kontinenyang bersangkutan bergerak menggeser ke posisinya yang sekarang.
" Amerika Selatan menggeser ke Barat dan bergabung dengan Amerika Utara yang juga bergeser ke Barat setelah memisahkan diri dari Eropa. India bergerak ke Utara sehingga menabrak Asia dan mengangkat pegunungan Himalaya, serta menekan Cina begitu kuat sehingga bagian kontinen itu ter¬タワpelotot¬タン ke arah Timur, sedangkan kontinen Australia yang semula menempel pada Antartika di dalam perjalanannya ke Utara menabrak Asia serta memunculkan kepulauan Nusantara dari dasar lautan; lempeng dasar Samudera Hindia serta lempeng benua Australia itu membentuk busur gunung api sepanjang 3.800 km. Dengan demikian, maka jelaslah bahwa wajah bumi dengan kontinen dan samuderanya selalu berubah sesuai dengan tingkat evolusinya. Jazirah Arab misalnya diketahui memisahkan diri dari Afrika sejak 5 juta tahun yang lalu. Dari sejarah evolusi bumi dan terbentuknya kontinen-kontinen ini nyata bahwa gunung-gunung yang ada di pulau kontinen tidak diam saja, tetapi bergerak dan berpindah-pindah.
" Lempengan bumi bergerak sesuai dengan aturannya. Pergeseran lempeng kerak bumi ini meskipun lambat, sekitar 5 sampai 12 sentimeter per tahun, dalam kurun waktu sejuta tahun akan memindahkan sebuah benua sejauh 50 sampai 120 kilometer. Mengapa lempeng-lempeng kerak bumi itu tidak berkeliaran semaunya sendiri dapat ditemukan jawabannya oleh para ahli geologi yang menyatakan bahwa gunung-gunung yang menjulang tinggi memiliki ¬タワkaki¬タン di dalam astenosfer yang membuat kontinen-kontinen kedudukannya mantap. (Wikipedia)
d. Keadaan bumi dimasa datang
Seperti yang telah dituliskan oleh Rasul Petrus, "Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah." (2 Pe 3:5,6) Melalui ilham Roh Kudus Petrus memahami bahwa bencana air bah yang menimpa bumi pada zaman Nuh adalah bentuk kebinasaan atas bumi yang sebelumnya pada penciptaan tujuh hari telah dipisahkan dari air (lautan). Jika kita perhatikan kata "dimuskahkan (perished-KJV, destroyed-ISV) bukan menghilangkan bumi atau membuat musnah, tetapi hany dengan menenggelamkan bumi dengan air bah itu. Hal itu sesuai dengan apa yang kita baca dalam Alkitab, setelah beberapa lama air berkuasa atas bumi maka air itu kemudian surut. Jadi bumi yang Nuh dan anak-anaknya pernah tinggal adalah juga bumi yang sama dimana mereka kemudian tinggal setelah keluar dari bahtera seuai air bah itu. Menurut Gill, dunia yang kemudian adalah,.... dunia lama, seperti yang disebut dalam 2 Pe_2:5; dan seperti versi Ethiopic memandang bahwa dunia sebelum air bah itu, telah berdiri sejak diciptakan berumur 1656 tahun: kemudian tutupi dengan air bah; dengan jendela surga dibuka, dan perairan (di) atas bumi yang dituangkan bawah di atas nya; dan oleh air mancur dalam yang besar menghancurkan di dalamnya; dengan terbukanya tingkap-tingkap air di langit dan tercurahair dari atas dan dari mata iar - mata air dari bawah meluap, dengan demikian air dari atas dan dari bawah penggenangi seluruh daratan; karena banjir besar itu terjadi secara universal, dan dari catatan Musa; karenabumi telah diliputi dengan kekerasan, dan semua yang ber-daging mejalani hidup yang rusak, Allah mengancam suatu kebinasaan menyeluruh, dimana air menutupi seluruh permukaan seluruh bumi; karena semua bukit yang ada di bawah kolong langit akan tertutupi, dan semua yang hidup di tanah kering akan matil, dan tiap-tiap kehidupan dibinasakan muka bumi; lihat Kej 6:11; dan karena itu dunia disebut musnah. Yang musnah (binasa); bukanlah unsur bumi, apapun yang ada di sana tetap dalam bentuk dan posisinya; tetapi menyangkut penghuni bumi; semua makhluk, menusia dan lembu, dan binatang merayap, dan unggas di langit, dibinasakan, kecuali Nuh, isteri nya, dan tiga anaknya dan isteri mereka, dan makhluk yang ada bersama dia di dalam bahtera; lihat Kej 7:23; dan oleh kejadian ini rasul menunjukkan kesalahan atas pernyataan itu, bahwa semua hal berlanjut seperti ketika mereka diciptaan dari mulanya; karena bumi dulu telah ditutupi air, dan oleh perintah Allah, itu telah dipindahkan, dan setelah melalui suatu rangkaian waktu, telah bentuk lagi, dan oleh air itu ditenggelamkan; dan dari mana ia dulunya nampak, yang dalam berbagai alasan para pengejek menjadikan sebagai ejekan; meskipun demikian lapisan-lapisan langit dan bumi tetap berlanjut untuk waktu lama, seperti saat sebelum banjir, dalam situasi dan bentuk yang sama.
Dari sisi Alkitab, setidaknya ada dua bencana alam besar akan melanda bumi dimasa datang yaitu: Gempa bumi yang dahsyat dan api. Akibatnya adalah bumi akan semakin rusak dan dekat dengan kehancurannya. Seperti beberapa ayat menyebut "pulau-pulau hilang lenyap".
o Gempa bumi yang dahsyat
Beberapa kutipan ayat dibawah ini menjukkan tentang akan datangnya gempa bumi yang dahsyat itu. Wahyu 6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Wahyu 8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. Wahyu 11:13 Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga. Wahyu 11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.Wahyu 16:18 Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. Wahyu 8:9 dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.Wahyu 6:14 Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. Wahyu 16:20 Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. Harus diakui sejak dari dulu gemba bumi telah banyk terjadi, namun bakal terjadi yang lebih dahsyat untuk menggenapi Firman Allah.
o Hangus dalam nyala api
Seperti yang ditulis oleh Rasul Petrus tentang akhir dari bumi kita ini, dengan ia berkata akan "hangus dalam nyala api". 2 Pet 3:10 "Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap." (But the day of the Lord will come as a thief in the night; in the which the heavens shall pass away with a great noise, and the elements shall melt with fervent heat, the earth also and the works that are therein shall be burned up."KJV)
Barnet menjelaskan tentang situasi terbakarnya "unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api"= the elements shall melt with fervent heat) seperti berikut:
e.
3. Penciptaan langit yang baru dan bumi yang baru
Seperti yang telah dikutip pada bagian pendahuluan nubuatan Yesaya bahwa Tuhan berkehendak untuk menciptakan langi yang baru dan bumi yang baru, "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati." (Yes 65:17) Lalu Rasul Petrus menuliskan satu pengharapan akan datangnya langit yang baru dan bumi yang baru "Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." (2 Pet 3:13) Dan kepada Yohanes diperlihatkan oleh Tuhan bahwa langit yang baru dan bumi yang baru "Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi." (Wah 21:1) Dengan merangkai tiga nas di atas, jelas bagi kita bahwa Allah sendiri yang berkehendak untuk mencipta langit yang baru dan bumi yang baru. Lalu perhatikanlah bagian terakhir dari Wahyu 21:1, "laut pun tidak ada lagi" sebagai hal yang kontras dengan proses penciptaan bumi yang kita huni sekarang yang "bumi yang berasal dari air dan oleh air".
Yes 65:17-25 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak. 20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.
Yes 66:22 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. 23 Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. 24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.
2 Pet 3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
Wah 21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi
Bab.
1. Allah pencipta, tetap mencipta
a. langit dan bumi, pada mulanya (the beginning),
b. langit dan bumi yang sekarang [langit oleh Firman dan bumi dari air 2 Pet 3:5]
c. langit dan bumi yang akan datang).
d. Keadaaan langit yang baru dan bumi yang baru (ada kehidupan, ada rumah, ada umur suntuk)
2. Proses penciptaan Langit dan bumi yang akan datang (Yes 65:17; 66:22; bd, 2 Pet 3:3-13.
a. Bumi pada mulanya dibinasakan oleh air
b. bumi yang sekarang dibinasakan oleh api
c. bumi yang datang ..?
d. Adakah pesan Yesus tentang dunia yang akan datang?
e. Matius 26:29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."Keadaan langit dan bumi yang akan datang (baru). Wah 21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.
f. Menghakimi Israel
3. Sorga (langit) sebagai tahta kekal Allah. Yes 66:1; Kis 7:49
ᄁ Rumah Bapa dan Yerusalem baru (yoh 14:1-3) (tempat kediaman)
ᄁ Tempat kediaman Allah
ᄁ Berdiam ditengah umatNya
4. Yerusalem baru sebagai pusat
ᄁ Pemulihan Eden (pohon kehidupan, sungai kehidupan)
ᄁ Tempat transit
ᄁ Tempat ibadah, Membawa persembahan ke Yerusalem Zak 14:16,17
ᄁ Gal 4:26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
5. Pola hidup manusia dalam langit dan bumi baru.
ᄁ Anak-anak dari daging (Ibr 2:13,14), anak-anak bukan dari daging (Yoh 1:13); keturunan ilahi Mal 2:15; benih kudus (seed) Kej 6.
ᄁ Unity gereja dengan Israel, bangsa yang diselamatkan.
ᄁ Makna Allah berdiam dalam Gereja.
6. Laut tidak ada lagi Wah 21:1
7. Dimana peran malaekat ナ yang melayani ? Ibr 2:5 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.
8. Adakah kemungkinan malaikat kudus untuk mengulangi suatu pembrotakan pembrontakan? Yes 14:12-15)
9. Yang perlu kita persiapkan
10. Allah yang tak terselami (transendent).
11. Allah kekal, mengatasi segala waktu (aion=Yun) (terus menerus tiada akhir) manusia dalam masa yang terbatas.
ᄁ Pengistilahan yang salah, dari kekal sampai kekal
ᄁ Kekal satu masa waktu tertentu (aion=Yun)
ᄁ Kekal, tidak berkesudahan
ᄁ Have I need to rest?
12. Allah kekal, mengatasi segala waktu (terus menerus, tiada akhir) manusia dalam masa yang terbatas
Allah dalam keradaanNya adalah kekal, Ia tidak berakhir meskipun segala sesuatu telah berakhir (musnah) dan Ia tidak akan habis. Ia ada dari dulu sebelum segala seuatu ada, dan Ia akan ada terus menerus, Ia tidak berawal dan tidak berakhir, (Maz 102:28 tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.) Yes 40:28 TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 1Tim 1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. Ia tidak temasuk dalam ciptaan alam semesta ini (Heb 9:11 Tetapi Kristus ナ. yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini).
Senin, 21 November 2011
UNBROKEN FAITH (STEP OF FAITH)
1 Kor 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.
Pokok khotbah:
1. Keberkatan orang yang memiliki persekutuan yang erat dengan Allah. Yes 64:1,4,5,8
2. Pemahaman kebenaran keselamatan yang kita miliki hanya oleh salib Yesus. 1 Kor 2:6,7; Rom 8:32
3. Berkat yang (telah) tersedia bagi orang yang diselamatkan, jauh melebihi dari apa yang pernah dipikirkan dan dibayangkan oleh manusia. Ef 3:18-20.
4. Karena itu buat langkah (tindakan) iman ditahun 2011, Satu tahun 365 hari, itu berarti ada kesempatan Allah 365 kali mencurahkan berkatnya buat kita. Jauh melebih dari apa yang kita doakan bahkan setiap hari Allah menyediakan berkatNya. Selalu baru setiap hari (Rat 3:22-25) Allah yang memberi kekuatan untuk meraih kekayaan. Ul 8:18
5. Allah telah menyediakan berkat yang sangat besar, untuk itu perlu langkah iman.
6. Langkah iman:
a. Zakeus >> pemulihan diri. Luk 19:1-10
• ada masalah: pemungut cukai
orang terpinggirkan,
badannya pendek
• tindakan:
berlari kedepan
panjat pohon
• respon Tuhan:
Yesus berhenti
memanggil Zakeus
menginap di rumah Zakkeus
menerima Zakeus sebagai anak Abraham
b. Bartolomeus >>perlu kesembuhan Mark 10:46-52
• ada masalah: buta sejak lahir
tidak melihat jalan
dimarahi orang banyak
• tindakan:
berseru-seru
semakin keras berseru
• respon Tuhan:
Yesus berhenti
memanggil Batimeus
bertanya: apa yang kau kehendaki, spy kuperbuat kepadamu
imanmu menyelamatkan engkau
orang buta itu sembuh
c. Janda nabi >>pemulihan ekonom 2 Raj 4:1-7
• ada masalah: suaminya nabi tapi meninggalkan hutang
tidak bisa bayar
penagih hutang mau mengambil kedua anaknya
• tindakan:
mengadu kepada Tuhan
berterus terang apa adanya
percaya dan melakukan Firman
meminjam bejana (jangan terlalu sediki)
menuang minyak
• respon Tuhan:
membuat penuh semua bejana
Jumat, 18 November 2011
MENGAPA BANYAK ANAK HAMBA TUHAN MENJAUH DARI TUHAN?
PERENUNGAN PERJALANAN KELUARGA HAMBA TUHAN (KELUARGA PENDETA)
1. Kemanakah anak-anak (keluarga) dari para rasul dalam gereja mula-mula?
Dari sejak dulu saya mencari tahu dimanakah anak para rasul yang terkenal yang namanya terdaftar dalam Kitab Kisah Para Rasul. Setidaknya Alkitab menyebutkan bahwa Rasul Petrus mempunyai mertua (Mat 8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.) tetapi dalam perjalanan hidup dan pelayanan para rasul anak-anak mereka tidak satupun disebutkan. Dalam pemikiran saya, setidaknya kondisi kerohanian para rasul sebagai orang tua dapat ditularkan dalam keluarga kecil mereka yang pada gilirannya memperpanjang mata rantai pembaharuan karya Roh Kudus dalam gereja.
Namun sangat disayangkan disepanjang Kitab Kisah Rasul tidak sedikitpun mengenai keluarga dan anak-anak para rasul itu disinggung, dan tidak ada sumber informasi lain yang dapat memberi penjelasan yang dibutuhkan.
Berangkat dari pokok perenungan ini, lalu saya mencoba mensejajarkannya dengan keluarga dan anak-anak dari para hamba Tuhan (keluarga pendeta) di era modern ini. Lalu saya mendapatkan dua pertimbangan sebagai acuan: 1) Keluarga dan anak-anak hamba Tuhan tenggelam dalam pesona kebesaran pemakaian Tuhan pada orang tuanya, 2) Keluarga dan anak-anak hamba Tuhan tidak terlibat dalam keadaan pergumulan orang tuanya sebagai pelayanan Tuhan.
2. Keluarga dan anak-anak hamba Tuhan tenggelam dalam pesona kebesaran pemakaian Tuhan pada orang tuanya.
Seperti pernah diungkapkan oleh seorang anak hamba Tuhan yang sangat terkenal, dia berkata, “Bahwa selama ini perkataan ayahnya sebagai hamba Tuhan yang dipakai Tuhan, baginya adalah sama dengan mendengar Firman Allah, jadi untuk bersekutu dengan Tuhan secara pribadi itu menjadi tidak perting. Baginya cukup meniru apa yang dilakukan oleh ayahnya dan mengharapkan itu adalah cara Allah untuk memakai dan menyertai hidupnya di kemudian hari.” Tetapi setelah dipraktekkan dalam kehidupannya, ternyata semua apa yang dilihat dalam diri orang tuanya tidak serta merta terjadi dalam kehidupannya, lalu ia mulai mencari cara sendiri menjalankan hidupnya. Karena ternyata banyak mengalami kegagalan, mulailah ia mencari Tuhan secara pribadi, membaca Alkitab sendiri dan merenungkannya, dan kemudian apa yang Tuhan taruh dalam hidupnya menjadi nyata, dan Tuhan ternyata memakai hidupnya dengan luar biasa.
3. Anak-anak hamba Tuhan hidup dalam tekanan, karena dituntut harus hidup sama dengan orang tuanya sebagai hamba Tuhan. Jemaat mengharapkan banyak dari anak-anak hamba Tuhan.
4. Anak-anak hamba Tuhan banyak terluka batin karena jemaat menekan orang tua mereka.
5. Anak-anak hamba Tuhan hidup menjadi munafik, dihadapan orang tuanya/jemaat baik sebaliknya diluar berlaku hidup bebas.
6. Anak-anak hamba Tuhan banyak merasa waktu orang tua yang seharusnya untuk mereka dicuri oleh jemaat.
7. Anak-anakhamba Tuhan banyak frustrasi karena keadaan keuangan yang tidak pasti.
8. Anak-anak hamba Tuhan stres karena harus meninggalkan tempat mereka yang lama demi mengikuti orang tua merekapindah ke tempat baru.
9. Akibatnya mereka merasa dendam/tidak puas dengan Tuhan yang orang tuanya layani.
Untuk mengatasinya diperlukan:
1. Orang tua sebagai hamba Tuhan memberi waktu yang cukup bagi anak-anak mereka
2. Kebutuhan materi akan dapat diimbangi dengan cukupnya perhatian orang tua kepada anak-anak.
3. Menjelaskan pola hidup yang benar sesuai dengan Firman Tuhan
4. Kehidupan kelahiran baru adalah hal yang mutlak dijelaskan kepada anak-anakhamba Tuhan. Dengan kelahiran baru itu mereka dapat memilah hal baik (baru) dengan hal yang tidak baik (lama)2 Kor 5:17
5. Anak-anak harus diberi pengertian yang benar tentang Bapa sorgawi, yang kalau kita minta roti, Allah Bapa itu tidak memberi kita batu. Mat 7:7-9
6. Untuk menghadapi dunia dengan segala gemerlap dan kejahatannya, anak-anak hamba Tuah harus ada kepastian bahwa Roh Kudus ada berdiam bersama mereka, dan Roh itu lebih besar dari segala apa yang ada dalam dunia ini. 1 Yoh 4:4
7. Dipastikan selalu ada doa (mezbah keluarga) bersama dalam satu rumah sedikitnya sekali dalam seminggu.
Kamis, 17 November 2011
SINKRONISASI ROHANI DENGAN KEDIRIAN (KEAKUAN)
1. Hal rohani tidak menyentuh kedirian (keakuan)
1 KoR 11:17-22, 17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. 18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya. 19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji. 20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan. 21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. 22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.
a. Pertemuan (ibadah) tidak mendatangkan kebaikan (ayat 17)
b. Akibatnya timbul perpecahan (ayat 18)
c. Orang kaya bertindak egois (ayat 20)
d. Orang kaya makan kenyang bahkan mabuk (ayat 21)
e. Memalukan orang yang tidak berpunya (ayat 22)
2. Mercusuar rohani tanpa kedirian, tidak dikenal oleh Yesus.
Mat 7:21-23, 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
a. Berseru, “Tuhan”—Ibadah?
b. bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu—aktifitas?
c. Jawab Yesus, “Aku tidak mengenal kamu”—orang luar? Gal 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
3. Mulai dari Roh, diakhiri dengan daging (kedirian) Gal 3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
a. Diawali dengan unsur rohani (P Alkitab, Doa bersama dll)
b. Diakhiri dengan daging (kedirian) Gal 5:19-21)
c. Orang yang hidup dalam daging adalah musuh Allah. (Rom 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.)
4. Menata kedirian dalam rumah tangga sebagai komunitas kecil.
1 Tim 3:5-7, 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
a. Mengepalai (mengurus-IBIS) keluarganya (to rule-ASV,KJV; to control-CEV; to lead-ERV), kemudian mengurus jemaat.
b. Bisa sombong (tidak sadar diri) hidup dengan jemawa, masih merasa rohani sehingga menganggap tindakannya juga rohani. Bd 2 Tim 3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
c. Tidak fokus pada tugas. Mat 24:45-50, 45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
d. Ada serangan iblis/jerat iblis. Wah 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
5. Gereja besar di jual di Amerika. Crystal Cathedral Plans to Sell Church to Exit Bankruptcy. [ Christian Post UPDATE May 28, 2011: Crystal Cathedral Sells Property for $46 Million to Real Estate Developer]
a. Kadang tanpa disadari kegiatan rohani yang sangat besar tidak bergerak bersama hal kedirian. Bandingkan dengan beberapa contoh dalam Alkitab:
Anak-anak imam Eli, yang merasa masih dalam lingkungan rohani, memiliki jabatan rohani, lengkap dengan agenda/kegiatan rohani, ternyata telah melenceng cari kehendak Allah; bahkan menurut penilaian Allah, perbuatan mereka sangat menghina Allah. 1 Sam 2:12-17
Anak-anak nabi Samuel yang tidak mengikuti kehidupan ayah mereka, hidup hanya untuk mengejar laba dan menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. 1 Sam 8:1-3
Nadab dan Abihu dalam seragam keimaman, dengan peralatan persembahan ukupan telah melakukan perbuatan keji dengan membawa api yang lain yang tidak dipeintahkan Allah. Im 10:1-3
Anak-anak iman Skewa yang hidup dalam perdukunan tidak lagi mengikuti pola keimaman Yahudi. Kis 19:13,14
b. Mujizat harus dihayati sebagai kehidupan.
Lihat celaan Tuhan terhadap Korazin dan Kapernaum. Luk 10:13
Jemaat Efesus, dengan segala perbuatan yang besar tetapi meninggalkan kasih yang mula-mula Wah 2:2-5
Kehidupan orang Israel dalam perjalan dari Mesir ke Tanah Kanaan. Kel 16:35
1 KoR 11:17-22, 17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. 18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya. 19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji. 20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan. 21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. 22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.
a. Pertemuan (ibadah) tidak mendatangkan kebaikan (ayat 17)
b. Akibatnya timbul perpecahan (ayat 18)
c. Orang kaya bertindak egois (ayat 20)
d. Orang kaya makan kenyang bahkan mabuk (ayat 21)
e. Memalukan orang yang tidak berpunya (ayat 22)
2. Mercusuar rohani tanpa kedirian, tidak dikenal oleh Yesus.
Mat 7:21-23, 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
a. Berseru, “Tuhan”—Ibadah?
b. bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu—aktifitas?
c. Jawab Yesus, “Aku tidak mengenal kamu”—orang luar? Gal 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
3. Mulai dari Roh, diakhiri dengan daging (kedirian) Gal 3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
a. Diawali dengan unsur rohani (P Alkitab, Doa bersama dll)
b. Diakhiri dengan daging (kedirian) Gal 5:19-21)
c. Orang yang hidup dalam daging adalah musuh Allah. (Rom 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.)
4. Menata kedirian dalam rumah tangga sebagai komunitas kecil.
1 Tim 3:5-7, 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
a. Mengepalai (mengurus-IBIS) keluarganya (to rule-ASV,KJV; to control-CEV; to lead-ERV), kemudian mengurus jemaat.
b. Bisa sombong (tidak sadar diri) hidup dengan jemawa, masih merasa rohani sehingga menganggap tindakannya juga rohani. Bd 2 Tim 3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
c. Tidak fokus pada tugas. Mat 24:45-50, 45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
d. Ada serangan iblis/jerat iblis. Wah 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
5. Gereja besar di jual di Amerika. Crystal Cathedral Plans to Sell Church to Exit Bankruptcy. [ Christian Post UPDATE May 28, 2011: Crystal Cathedral Sells Property for $46 Million to Real Estate Developer]
a. Kadang tanpa disadari kegiatan rohani yang sangat besar tidak bergerak bersama hal kedirian. Bandingkan dengan beberapa contoh dalam Alkitab:
Anak-anak imam Eli, yang merasa masih dalam lingkungan rohani, memiliki jabatan rohani, lengkap dengan agenda/kegiatan rohani, ternyata telah melenceng cari kehendak Allah; bahkan menurut penilaian Allah, perbuatan mereka sangat menghina Allah. 1 Sam 2:12-17
Anak-anak nabi Samuel yang tidak mengikuti kehidupan ayah mereka, hidup hanya untuk mengejar laba dan menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. 1 Sam 8:1-3
Nadab dan Abihu dalam seragam keimaman, dengan peralatan persembahan ukupan telah melakukan perbuatan keji dengan membawa api yang lain yang tidak dipeintahkan Allah. Im 10:1-3
Anak-anak iman Skewa yang hidup dalam perdukunan tidak lagi mengikuti pola keimaman Yahudi. Kis 19:13,14
b. Mujizat harus dihayati sebagai kehidupan.
Lihat celaan Tuhan terhadap Korazin dan Kapernaum. Luk 10:13
Jemaat Efesus, dengan segala perbuatan yang besar tetapi meninggalkan kasih yang mula-mula Wah 2:2-5
Kehidupan orang Israel dalam perjalan dari Mesir ke Tanah Kanaan. Kel 16:35
ORANG YANG BERSEMANGAT DAPAT MENANGGUNG PENDERITAANYA. Amsal 18:14
Dalam tradisi masyarakat kita Batak ada satu acara yang disebut “manjomput parbue na pir”. Acara ini dilakukan kepada seseorang yang telah lepas dari satu kesulitan hidup atau dari sesuatu yang membahayakan dirinya. Pada kesempatan itu orang-orang tua akan menaruh beras di atas kepada orang tersebut sambil berkata: Sai pir ma tondim. Sebenarnya secara logika tidak ada hubungan apapun antara “beras” dengan “tondi” atau roh manusia. Tetapi dengan beras itu ingin menunjukkan bahwa beras itu “pir” atau keras. Karena untuk meendapatkan sebutir beras yang keras, maka padi harus dijemur hingga kering, lalu kemudian di giling atau ditumbuk. Tetapi meski di giling atau ditumbuk ia tetap utuh sebagai sebutir beras, ia tidak hancur, karena ia telah melalui proses pengeringan yang yambuatnya menjadi keras. Jadi dengan menaruh beras itu di atas sesorang yang telah melalui suatu kesulitan hidup, orang yang menaruh beras itu seolah ingin mengatakan bahwa samalah seperti beras ini tetap utuh meski telah melalui proses yang sifatnya menghancurkan keberadaanya. Tujuannya agar orang tersebut tetap memiliki semangat hidup untuk menghadapi keadaan apapun dimasa datang dan pantang menyerah.
Dalam hubungannya dengan pesta Partangiangan yang kita lakukan hari ini. Lewat sejarah menunjukkan bahwa nenek moyang kita telah menunjukkan suatu semangat hidup dan semangat iman dengan mengadakan satu hari partangiangan hari berdoa dan merendahkan diri dihadapan Tuhan, agar mereka dan keturunannya dikemudian hari dapat mengatasi semua masalah dan pergumulan yang bakal terjadi. Karena telah mereka lihat dengan jelas bahwa Marga Nababan mengalami berbagai hal di masa lalu: seperti misalnya: dalam keturunan (regenerasi) sangat sedikit, juga dalam hal keberadaan jasmani dan rohani sangat miskin dibandingkan dengan marga-marga lainnya. Karena itu diadakanlah Partangiangan bagi Marga Nababan yang dipusatkan di Siborongborong 54 tahun yang lalu. Berkat doa mereka dan doa dari generasi yang kemudian sedikit banyak telah dialamai oleh Marga Nababan Boru Bere di semua tempat, meskipun mungkin di sana sini masih ada beberapa keluarga belum sepenuhnya mengalami hasil doa itu.
Semangat untuk bangkit mengatasi pergumulan yang telah dimulia nenek mopyang kita itulah yang ingin terus menerus kita bangkitnya dalam keluaurga di genasi kita ini supaya kitapun dapat mengatasi pergumulan apapun yang menimpa kehidupan kita. Oleh karena itulah kitapun berkumpul dan berdoa hari ini, agar semangat keimanan dan kebersamaan kita tetap ada seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita, karena kitapun tidak luput dari pergumulan. Coba kita bayangkan jika nenek moyang kita bermasa bodoh dan pasrah pada nasib, seraya berkata “itu memang sudah nasib, sudah disuratkan” seperti apakah keadaan kita hari ini? Tetapi syukur kepada Allah yang telah membangkitan semangat iman dan kebersamaan dalam hati nenek moyang kita, dimana mereka berdoa dan merendahkan diri kepada Tuhan seperti ada tertulis dalam 2 Taw 7:14 “dan umatKu yang atasnya namaKu disebut merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” “memulihakn negeri” artinya memberikan sumber-sumber kehidupan mereka. Hal itu sesuai dengan sum tema kita “ DENGAN PARTANGIANGAN NABABAN BORU BERE KITA KOBARKAN SEMANGAT KEIMANAN DAN KEBERSAMAAN UNTUK MEMPEROLEH HIDUP YANG DAMAI SEJAHTERA”.
Semangat itu dimulai dari niat diikuti tindakan berdoa dan merendahkan diri itu akan juga menarik hati Tuhan untuk memberkati kita. Seperti tertulis dalam Yak 4:7-10 … Pada saat semangat baru tumbuh dalam diri kita untuk mendapatkan sesuatu kehidupan yang lebih baik, akan mendatangkan suatu kepastian raihan berkat karena Tuhan sendiri ikut serta terlibat didalamnya. Para ahli psykolgy mengatakan bahwa jika semangat hidup ada pada seseorang, maka ia telah dapat mengatasi separuh dari semua pergumulannya. Karena itu tema kita hari ini tepat karena itu berasal dari pengalaman Raja Salomo yang dikutip dari Amsal 18:14 “ORANG YANG BERSEMANGAT DAPAT MENANGGUNG PENDERITAANNYA.”
Mari kita kobarkan semangat iman, semangat kebersamaan agar kita dapat mengatasi pergumulan hidup yang ada dihadapan kita, terlebih lagi karena kita tidak menghadapai sendiri, tetapi Tuhan Yesus Gembala agung itu ada serta dengan kita. Amen. Tuhan memberkati kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)