MENGHARGAI PANGGILAN ALLAH
Fil 3:1-19
Fil 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
1. Panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
a. Anugerah adalah panggilan sorgawi yang diterima orang percaya sebagai pemberian yang baik dan sempurna. Yak 1:17.
b. Kehidupan yang kekal adalah aibat dari panggilan sorgawi pada orang percaya. (for the prize of the high calling of God in Christ Jesus)
c. Memuliakan Allah. 1 Tes 2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
2. Tidak berdasarkan hal-hal jasmaniah. Bdg Fil 3:4-8
a. Paulus:
disunat pada hari kedelapan,
dari bangsa Israel,
dari suku Benyamin,
orang Ibrani asli,
tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
tentang kegiatan aku penganiaya jemaat,
mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.
3. Pekerja jahat: Fil 3:2,18,19
a. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing,
b. hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat,
c. hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
d. orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
e. Kesudahan mereka ialah kebinasaan,
f. Tuhan mereka ialah perut mereka,
g. kemuliaan mereka ialah aib mereka,
h. pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi
4. Tanda tidak menghargai panggilanTuhan:
a. Tidak setia dan tidak tanggung jawab pada tugas-tugas dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Ini dimulai dengan membiasakan diri tidak datang beribadah melayani Tuhan, sampai sengaja tidak beribadah dan melayani Tuhan. Kalau tidak setia dan tidak bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan, akibatnya:
Matius 25: 26, 30 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
b. Mementingkan sendiri.
Fil 3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
c. Karakter tidak berubah.
2 Pet 2:2,3 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
Kamis, 17 November 2011
MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN
MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN
Yoh 4:23-24; 23
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
A. APAKAH PENYEMBAHAN ITU?
1. Penyembahan adalah sesuatu yang mengalir dari hati kita, yang lahir dari satu hubungan yang erat dengan Tuhan karena kitamengasihi Tuhan.
2. Bapa mencari penyembah yang benar. Karena kalau penyembahnya hidup benar, maka penyembahannya juga pasti benar.
3. Penyembahan itu adalah satu hubungan kasih seperti Bapa mengasihi anakNya. Rom 8:14-16 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
4. Menyembah dalam Bapa harus menyembah dalam Roh, maksudnya menyembah harus dipimpin Roh dan harus berbahasa Roh 1 Kor 14:14, 15 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.. Allah bersemayam di atas puji-pujian umatNya.22:4.
5. Menyembah dalam kebenaran. Kita menhyembah Allah dalam keadaan hidup yang benar. Di gunung Tuhan ada otoritas Tuhan. Maz 24:3-4 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Karena itu raja Daud tidak perlu merasa malu menyembah Tuhan. 2 Sam 6:21-22 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." .
B. BAGAIMANA MENYEMBAH TUHAN?
1. Harus menantikan Tuhan. Maz 130:5-6 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Dengan jiwa yang rindu dan haus hati kita menantikan Tuhan.
2. Kita harus mempersembahkan korban yaitu hidup kita. Rom12:1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Jangan mencari keuntungan pribadi dalam penyembah Tuhan. 1 Taw 29:16. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.
3. Dalam penyembahan kita tinggal dalam hadirat Tuhan. Maz 16:8,9,11 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
4. Dalam penyembahan kita menyanyi bagi Tuhan. Maz 104:33-34 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. Dengan menggunakan alat musik, sebab musik adalah alat yang untuk mengexpresikan hati manusia. Berdasarkan arah, nyanyian bisa dibagi dua yaitu:
1) nyanyian yang bersifat verikal berarti suatu komonikasi langsung dengan Tuhan;
2) nyanyai bersifat horizontal berarti dengan nyanyian kia mengkomunikasikan Tuhan, karyaNya, keagunganNya dengan sesama. Dalam Ef 5:18-19 dipakai beberapa istilah antara lain:
a) Mazmur yaitu nyanyian spontan kepada Tuhan bisa berisikan doa atau kesaksian. Hati kita mengungkapkan kata-kata tanpa terikat dengan birama atau melodi tertentu,
b) Kidung puji-pujian yaitu nyanyain yang sudah baku, yang sudah tersruktur digubah dan ditulis seseorang ataspewahyuan Allah,
c) Nyanyian rohani (spiritual song) ini berarti adalah nyanyian dalam Roh yaitu dengan memakai bahasa Roh. Nyanyian ini sepenuhnyadipimpim oleh Roh tanpa perlu kita memikirkan kata-kata ataupun melodi yang harus dinyanyikan.
5. Dalam penyembahan kita merendahkan diri dihadapan Tuhan. Maz 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! . Kita menyembah Allah yang maha besar, maha kuasa, karena itu kita merendahkan diri dihadapanNya, mengakui seluruh keberadaan Allah yang jauh melebihi hidup kita. Dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama ada beberapa istilah yang dipakai untuk menyembah Allah:
a. 'Shachah' berarti tersungkur , sujud dengan muka sampai ke tanah
b. 'Halal' barati mengungkapkan kebanggaan dan kemasyhuran Tuhan. Bandinhgkan dengan kata haleluya itu terdiri dari "halal" dan "Yahweh".
c. 'Yadah' berarti kita memuji Tuhan dengan menggunakan tangan ataupun dengan menggangkat tangan. Maz 47:2; 143:2; 141:3
d. 'Barak' artinya kita berlutut untuk menyatakan sikap penghormata kita kepada Tuhan.Maz 123:2
6. Dalam penyembahan kita bergaul erat dengan Tuhan. Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Karena Allah adalah Roh, maka yang kita harus bangun adalah hubungan manusia rohani kita dengan Allah. Allah banyak kali tidak melihat yang kelihatan tetapi justru yang tidak kelihatan yang manusia rohani kita, hati kita, roh kita. Karena itu kita harus memakai bahasa Roh 1 Kor 14:4a Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri. Seperti digambarkan dalam Yeh 47:1-5 kita perlu semakin dalam dalamsungai Tuhan agar kita melihat kehidupan yang sesugguhnya.
7. Dalam penyembahan kita menyenangkan hati Tuhan. Kol 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
A. APAKAH PENYEMBAHAN ITU?
1. Penyembahan adalah sesuatu yang mengalir dari hati kita, yang lahir dari satu hubungan yang erat dengan Tuhan karena kitamengasihi Tuhan.
2. Bapa mencari penyembah yang benar. Karena kalau penyembahnya hidup benar, maka penyembahannya juga pasti benar.
3. Penyembahan itu adalah satu hubungan kasih seperti Bapa mengasihi anakNya. Rom 8:14-16 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
4. Menyembah dalam Bapa harus menyembah dalam Roh, maksudnya menyembah harus dipimpin Roh dan harus berbahasa Roh 1 Kor 14:14, 15 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.. Allah bersemayam di atas puji-pujian umatNya.22:4.
5. Menyembah dalam kebenaran. Kita menhyembah Allah dalam keadaan hidup yang benar. Di gunung Tuhan ada otoritas Tuhan. Maz 24:3-4 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Karena itu raja Daud tidak perlu merasa malu menyembah Tuhan. 2 Sam 6:21-22 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." .
B. BAGAIMANA MENYEMBAH TUHAN?
1. Harus menantikan Tuhan. Maz 130:5-6 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Dengan jiwa yang rindu dan haus hati kita menantikan Tuhan.
2. Kita harus mempersembahkan korban yaitu hidup kita. Rom12:1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Jangan mencari keuntungan pribadi dalam penyembah Tuhan. 1 Taw 29:16. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.
3. Dalam penyembahan kita tinggal dalam hadirat Tuhan. Maz 16:8,9,11 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
4. Dalam penyembahan kita menyanyi bagi Tuhan. Maz 104:33-34 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. Dengan menggunakan alat musik, sebab musik adalah alat yang untuk mengexpresikan hati manusia. Berdasarkan arah, nyanyian bisa dibagi dua yaitu:
1) nyanyian yang bersifat verikal berarti suatu komonikasi langsung dengan Tuhan;
2) nyanyai bersifat horizontal berarti dengan nyanyian kia mengkomunikasikan Tuhan, karyaNya, keagunganNya dengan sesama. Dalam Ef 5:18-19 dipakai beberapa istilah antara lain:
a) Mazmur yaitu nyanyian spontan kepada Tuhan bisa berisikan doa atau kesaksian. Hati kita mengungkapkan kata-kata tanpa terikat dengan birama atau melodi tertentu,
b) Kidung puji-pujian yaitu nyanyain yang sudah baku, yang sudah tersruktur digubah dan ditulis seseorang ataspewahyuan Allah,
c) Nyanyian rohani (spiritual song) ini berarti adalah nyanyian dalam Roh yaitu dengan memakai bahasa Roh. Nyanyian ini sepenuhnyadipimpim oleh Roh tanpa perlu kita memikirkan kata-kata ataupun melodi yang harus dinyanyikan.
5. Dalam penyembahan kita merendahkan diri dihadapan Tuhan. Maz 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! . Kita menyembah Allah yang maha besar, maha kuasa, karena itu kita merendahkan diri dihadapanNya, mengakui seluruh keberadaan Allah yang jauh melebihi hidup kita. Dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama ada beberapa istilah yang dipakai untuk menyembah Allah:
a. 'Shachah' berarti tersungkur , sujud dengan muka sampai ke tanah
b. 'Halal' barati mengungkapkan kebanggaan dan kemasyhuran Tuhan. Bandinhgkan dengan kata haleluya itu terdiri dari "halal" dan "Yahweh".
c. 'Yadah' berarti kita memuji Tuhan dengan menggunakan tangan ataupun dengan menggangkat tangan. Maz 47:2; 143:2; 141:3
d. 'Barak' artinya kita berlutut untuk menyatakan sikap penghormata kita kepada Tuhan.Maz 123:2
6. Dalam penyembahan kita bergaul erat dengan Tuhan. Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Karena Allah adalah Roh, maka yang kita harus bangun adalah hubungan manusia rohani kita dengan Allah. Allah banyak kali tidak melihat yang kelihatan tetapi justru yang tidak kelihatan yang manusia rohani kita, hati kita, roh kita. Karena itu kita harus memakai bahasa Roh 1 Kor 14:4a Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri. Seperti digambarkan dalam Yeh 47:1-5 kita perlu semakin dalam dalamsungai Tuhan agar kita melihat kehidupan yang sesugguhnya.
7. Dalam penyembahan kita menyenangkan hati Tuhan. Kol 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
MENGISI HARI INI DENGAN ARIF, MEMBANGUN MASA DEPAN BERPENGHARAPAN
“Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak. Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu” (Efesus 5:15-16a – BIS).
PENGANTAR
Masa depan di dalam TUHAN adalah “penuh harapan” yang sepenuhnya dijamin oleh janji kesejahteraan dari pada-Nya (Yeremia 29:11). Namun, bagaimana kita mengisinya, sehingga kesejahteraan, sukses dan kemakmuran hidup dapat kita tuai di tahun 2011 ini? Menemukan jawaban bagi pertanyaan ini, baiklah kita menyimak apa yang dikatakan Michael Landon yang mengatakan, “Walaupun kita memiliki banyak hari esok, tetapi kita hanya memiliki hari ini untuk digunakan.”[1] Apa artinya ini bagi kita, khususnya bagi mereka yang berhasrat mengisi kehidupannya dengan menikmati janji kesejahteraan dari TUHAN Allah? Bagaimana kita mengisi dan menikmati masa depan penuh harapan di dalam TUHAN ini? Marilah kita simak bersama!
1. MASA DEPAN PENUH HARAPAN HARUS DIISI HARI INI. Apa maknanya masa depan harus diisi hari ini? Ada alasan kuat mengapa masa depan harus diisi hari ini. Pertama, masa depan harus diisi hari ini karena masa depan adalah produk dari hari ini, sama seperti hari ini adalah produk dari hari kemarin. Kedua, masa depan harus diisi hari ini, karena isi masa depan ialah apa yang diisi hari ini. Ketiga, masa depan harus diisi hari ini, karena dengan mengisi masa depan hari ini, masa depan pasti memiliki isi yang selaras dengan apa yang diisi. Keempat, masa depan harus diisi hari ini karena dengan mengisi masa depan hari ini, masa depan akan datang dengan apa yang diisi hari ini. Kelima, masa depan yang terisi baik dan benar hari ini, akan memproduksikan produk masa depan yang benar, baik alias berkualitas pada hari esok. Firman Allah secara tegas mengatakan: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7).
2. MASA DEPAN PENUH HARAPAN HARUS DIKERJAKAN HARI INI. Masa depan harus dikerjakan hari ini, karena kita hanya dapat bekerja pada hari ini, dan bekerja hari inilah yang menentukan hasil kerja hari esok. Kalau hari ini kita menabur dengan mencucurkan ari mata, maka hari esok akan ada tuaian yang dilakukan dengan sorak sorai (Mazmur 126:5). Jika hari ini kita melakukan pekerjaan menabur dengan tindakan berkualitas, kita pasti akan menuai hasil dari tindakan berkualitas itu. Hal ini ditegaskan oleh Firman Allah yang mengatakan: “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:8-9).
3. MASA DEPAN PENUH HARAPAN PASTI DITUAI BESOK. Anda tentu masih mengingat pernyataan: Anda tidak dapat mengharapkan sesuatu terjadi apabila Anda tidak melakukan apa-apa. Kebenaran ini menegaskan bahwa apabila Anda menabur (bekerja dan mengerjakan visi Anda) hari ini, Anda pasti akan menuai (hasil pasti) hari esok. Masa depan penuh harapan pasti akan dituai hari besok, adalah kebenaran yang menjelaskan bahwa “Apabila Anda menabur hari ini, Anda pasti akan menuai besok, dimana kualitas serta cara taburan yang Anda lakukan akan menghasilkan tuaian yang sama kualitasnya.” Kebenaran ini menjelaskan bahwa, hukum tabur tuai ini akan terjadi sepasti Firman Allah yang menegaskan: “Orang yang bejalan maju sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:6). Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa masa depan penuh harapan adalah sesuatu kenyataan yang pasti terjadi, dan kenyataan ini ditentukan hari ini oleh Anda. Anda dapat memulai dengan sepenuhnya menyadari apa saja yang Anda tabur hari ini, akan Anda tuai besok. Jadi kalau Anda menanam lima stek ubi kayu hari ini (dengan mengerjakannya secara berkualitas), maka Anda dapat meramalkan bahwa Anda akan menuai setidaknya lima kilogram ubi kayu hari esok, yaitu enam bulan yang akan datang. Jadi dapat dikatakan juga bahwa prinsip tabur tuai ini terukur oleh tindakan yang Anda lakukan hari ini. Ingatlah apa yang dikatakan oleh Peter F. Drucker yang mengatakan, “Jalan terbaik untuk meramal masa depan ialah dengan menciptakannya.” Karena itu, Anda dapat memastikan bahwa masa depan penuh harapan itu dapat terlaksana, sepasti Anda melakukannya sekarang, yang dilakukan dengan segenap hati berbekal ketekunan tinggi dan kerja cerdas. Anda pasti menuai hasil yang menakjubkan hari besok sepasti Anda menabur secara berkualitas pada hari ini.
REFLEKSI:
Telah dikatakan sebelumnya bahwa secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang memang tidak dapat memastikan masa depannya, namun, ada jaminan bagi orang yang percaya kepada TUHAN Allah, bahwa IA-lah yang telah menetapkan masa depan bagi umat-Nya, menjamin pemenuhannya dalam kehidupan mereka hari ini dan di masa yang akan datang. Karena itu, Anda diminta untuk merenungkan prinsip abadi tentang tabur tuai sebagai perikut:
• Pertama, “Apabila Anda mengisi masa depan pada hari ini dengan sikap, kata dan tindakan apa saja, maka masa depan akan terbukti sepasti kata, sikap dan tindakan Anda pada hari ini.”
• Kedua, “Apabila Anda mengerjakan masa depan Anda hari ini dengan melakukan tindakan apa saja, dengan menggunakan cara apa saja dan kualitas apa saja, Anda akan menuai apa saja yang telah Anda tabur pada hari ini di masa depan, sesuai cara yang Anda gunakan dan kualitas yang Anda terapkan sekarang ini.”
• Ketiga, “Anda pasti memasuki masa depan penuh harapan dengan tuaian yang pasti pada hari esok, sepasti Anda menciptakannya pada hari ini.” Alasan kokoh untuk kebenaran ini ialah, karena Anda telah melakukan apa yang Anda inginkan berlandaskan visi kepemimpinan yang memberi tujuan yang jelas, maka Anda pasti menuai hasilnya pada hari besok. Ingatlah ini, “Apabila Anda menjadi yang terbaik dari diri Anda, dan Anda melalukan yang terbaik hari ini dengan mengerjakan hal terbaik dari seluruh potensi Anda, maka Anda akan menuai yang terbaik pada hari esok, dimana hari esok menjadi penuh harapan bagi
PENGANTAR
Masa depan di dalam TUHAN adalah “penuh harapan” yang sepenuhnya dijamin oleh janji kesejahteraan dari pada-Nya (Yeremia 29:11). Namun, bagaimana kita mengisinya, sehingga kesejahteraan, sukses dan kemakmuran hidup dapat kita tuai di tahun 2011 ini? Menemukan jawaban bagi pertanyaan ini, baiklah kita menyimak apa yang dikatakan Michael Landon yang mengatakan, “Walaupun kita memiliki banyak hari esok, tetapi kita hanya memiliki hari ini untuk digunakan.”[1] Apa artinya ini bagi kita, khususnya bagi mereka yang berhasrat mengisi kehidupannya dengan menikmati janji kesejahteraan dari TUHAN Allah? Bagaimana kita mengisi dan menikmati masa depan penuh harapan di dalam TUHAN ini? Marilah kita simak bersama!
1. MASA DEPAN PENUH HARAPAN HARUS DIISI HARI INI. Apa maknanya masa depan harus diisi hari ini? Ada alasan kuat mengapa masa depan harus diisi hari ini. Pertama, masa depan harus diisi hari ini karena masa depan adalah produk dari hari ini, sama seperti hari ini adalah produk dari hari kemarin. Kedua, masa depan harus diisi hari ini, karena isi masa depan ialah apa yang diisi hari ini. Ketiga, masa depan harus diisi hari ini, karena dengan mengisi masa depan hari ini, masa depan pasti memiliki isi yang selaras dengan apa yang diisi. Keempat, masa depan harus diisi hari ini karena dengan mengisi masa depan hari ini, masa depan akan datang dengan apa yang diisi hari ini. Kelima, masa depan yang terisi baik dan benar hari ini, akan memproduksikan produk masa depan yang benar, baik alias berkualitas pada hari esok. Firman Allah secara tegas mengatakan: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7).
2. MASA DEPAN PENUH HARAPAN HARUS DIKERJAKAN HARI INI. Masa depan harus dikerjakan hari ini, karena kita hanya dapat bekerja pada hari ini, dan bekerja hari inilah yang menentukan hasil kerja hari esok. Kalau hari ini kita menabur dengan mencucurkan ari mata, maka hari esok akan ada tuaian yang dilakukan dengan sorak sorai (Mazmur 126:5). Jika hari ini kita melakukan pekerjaan menabur dengan tindakan berkualitas, kita pasti akan menuai hasil dari tindakan berkualitas itu. Hal ini ditegaskan oleh Firman Allah yang mengatakan: “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:8-9).
3. MASA DEPAN PENUH HARAPAN PASTI DITUAI BESOK. Anda tentu masih mengingat pernyataan: Anda tidak dapat mengharapkan sesuatu terjadi apabila Anda tidak melakukan apa-apa. Kebenaran ini menegaskan bahwa apabila Anda menabur (bekerja dan mengerjakan visi Anda) hari ini, Anda pasti akan menuai (hasil pasti) hari esok. Masa depan penuh harapan pasti akan dituai hari besok, adalah kebenaran yang menjelaskan bahwa “Apabila Anda menabur hari ini, Anda pasti akan menuai besok, dimana kualitas serta cara taburan yang Anda lakukan akan menghasilkan tuaian yang sama kualitasnya.” Kebenaran ini menjelaskan bahwa, hukum tabur tuai ini akan terjadi sepasti Firman Allah yang menegaskan: “Orang yang bejalan maju sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:6). Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa masa depan penuh harapan adalah sesuatu kenyataan yang pasti terjadi, dan kenyataan ini ditentukan hari ini oleh Anda. Anda dapat memulai dengan sepenuhnya menyadari apa saja yang Anda tabur hari ini, akan Anda tuai besok. Jadi kalau Anda menanam lima stek ubi kayu hari ini (dengan mengerjakannya secara berkualitas), maka Anda dapat meramalkan bahwa Anda akan menuai setidaknya lima kilogram ubi kayu hari esok, yaitu enam bulan yang akan datang. Jadi dapat dikatakan juga bahwa prinsip tabur tuai ini terukur oleh tindakan yang Anda lakukan hari ini. Ingatlah apa yang dikatakan oleh Peter F. Drucker yang mengatakan, “Jalan terbaik untuk meramal masa depan ialah dengan menciptakannya.” Karena itu, Anda dapat memastikan bahwa masa depan penuh harapan itu dapat terlaksana, sepasti Anda melakukannya sekarang, yang dilakukan dengan segenap hati berbekal ketekunan tinggi dan kerja cerdas. Anda pasti menuai hasil yang menakjubkan hari besok sepasti Anda menabur secara berkualitas pada hari ini.
REFLEKSI:
Telah dikatakan sebelumnya bahwa secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang memang tidak dapat memastikan masa depannya, namun, ada jaminan bagi orang yang percaya kepada TUHAN Allah, bahwa IA-lah yang telah menetapkan masa depan bagi umat-Nya, menjamin pemenuhannya dalam kehidupan mereka hari ini dan di masa yang akan datang. Karena itu, Anda diminta untuk merenungkan prinsip abadi tentang tabur tuai sebagai perikut:
• Pertama, “Apabila Anda mengisi masa depan pada hari ini dengan sikap, kata dan tindakan apa saja, maka masa depan akan terbukti sepasti kata, sikap dan tindakan Anda pada hari ini.”
• Kedua, “Apabila Anda mengerjakan masa depan Anda hari ini dengan melakukan tindakan apa saja, dengan menggunakan cara apa saja dan kualitas apa saja, Anda akan menuai apa saja yang telah Anda tabur pada hari ini di masa depan, sesuai cara yang Anda gunakan dan kualitas yang Anda terapkan sekarang ini.”
• Ketiga, “Anda pasti memasuki masa depan penuh harapan dengan tuaian yang pasti pada hari esok, sepasti Anda menciptakannya pada hari ini.” Alasan kokoh untuk kebenaran ini ialah, karena Anda telah melakukan apa yang Anda inginkan berlandaskan visi kepemimpinan yang memberi tujuan yang jelas, maka Anda pasti menuai hasilnya pada hari besok. Ingatlah ini, “Apabila Anda menjadi yang terbaik dari diri Anda, dan Anda melalukan yang terbaik hari ini dengan mengerjakan hal terbaik dari seluruh potensi Anda, maka Anda akan menuai yang terbaik pada hari esok, dimana hari esok menjadi penuh harapan bagi
MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN
Yoh 4:23-24; 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
A. APAKAH PENYEMBAHAN ITU?
1. Penyembahan adalah sesuatu yang mengalir dari hati kita, yang lahir dari satu hubungan yang erat dengan Tuhan karena kitamengasihi Tuhan.
2. Bapa mencari penyembah yang benar. Karena kalau penyembahnya hidup benar, maka penyembahannya juga pasti benar.
3. Penyembahan itu adalah satu hubungan kasih seperti Bapa mengasihi anakNya. Rom 8:14-16 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
4. Menyembah dalam Bapa harus menyembah dalam Roh, maksudnya menyembah harus dipimpin Roh dan harus berbahasa Roh 1 Kor 14:14, 15 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.. Allah bersemayam di atas puji-pujian umatNya.22:4.
5. Menyembah dalam kebenaran. Kita menhyembah Allah dalam keadaan hidup yang benar. Di gunung Tuhan ada otoritas Tuhan. Maz 24:3-4 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Karena itu raja Daud tidak perlu merasa malu menyembah Tuhan. 2 Sam 6:21-22 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." .
B. BAGAIMANA MENYEMBAH TUHAN?
1. Harus menantikan Tuhan. Maz 130:5-6 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Dengan jiwa yang rindu dan haus hati kita menantikan Tuhan.
2. Kita harus mempersembahkan korban yaitu hidup kita. Rom12:1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Jangan mencari keuntungan pribadi dalam penyembah Tuhan. 1 Taw 29:16. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.
3. Dalam penyembahan kita tinggal dalam hadirat Tuhan. Maz 16:8,9,11 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
4. Dalam penyembahan kita menyanyi bagi Tuhan. Maz 104:33-34 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. Dengan menggunakan alat musik, sebab musik adalah alat yang untuk mengexpresikan hati manusia. Berdasarkan arah, nyanyian bisa dibagi dua yaitu:
1) nyanyian yang bersifat verikal berarti suatu komonikasi langsung dengan Tuhan;
2) nyanyai bersifat horizontal berarti dengan nyanyian kia mengkomunikasikan Tuhan, karyaNya, keagunganNya dengan sesama. Dalam Ef 5:18-19 dipakai beberapa istilah antara lain:
a) Mazmur yaitu nyanyian spontan kepada Tuhan bisa berisikan doa atau kesaksian. Hati kita mengungkapkan kata-kata tanpa terikat dengan birama atau melodi tertentu,
b) Kidung puji-pujian yaitu nyanyain yang sudah baku, yang sudah tersruktur digubah dan ditulis seseorang ataspewahyuan Allah,
c) Nyanyian rohani (spiritual song) ini berarti adalah nyanyian dalam Roh yaitu dengan memakai bahasa Roh. Nyanyian ini sepenuhnyadipimpim oleh Roh tanpa perlu kita memikirkan kata-kata ataupun melodi yang harus dinyanyikan.
5. Dalam penyembahan kita merendahkan diri dihadapan Tuhan. Maz 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! . Kita menyembah Allah yang maha besar, maha kuasa, karena itu kita merendahkan diri dihadapanNya, mengakui seluruh keberadaan Allah yang jauh melebihi hidup kita. Dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama ada beberapa istilah yang dipakai untuk menyembah Allah:
a. 'Shachah' berarti tersungkur , sujud dengan muka sampai ke tanah
b. 'Halal' barati mengungkapkan kebanggaan dan kemasyhuran Tuhan. Bandinhgkan dengan kata haleluya itu terdiri dari "halal" dan "Yahweh".
c. 'Yadah' berarti kita memuji Tuhan dengan menggunakan tangan ataupun dengan menggangkat tangan. Maz 47:2; 143:2; 141:3
d. 'Barak' artinya kita berlutut untuk menyatakan sikap penghormata kita kepada Tuhan.Maz 123:2
6. Dalam penyembahan kita bergaul erat dengan Tuhan. Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Karena Allah adalah Roh, maka yang kita harus bangun adalah hubungan manusia rohani kita dengan Allah. Allah banyak kali tidak melihat yang kelihatan tetapi justru yang tidak kelihatan yang manusia rohani kita, hati kita, roh kita. Karena itu kita harus memakai bahasa Roh 1 Kor 14:4a Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri. Seperti digambarkan dalam Yeh 47:1-5 kita perlu semakin dalam dalamsungai Tuhan agar kita melihat kehidupan yang sesugguhnya.
7. Dalam penyembahan kita menyenangkan hati Tuhan. Kol 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
A. APAKAH PENYEMBAHAN ITU?
1. Penyembahan adalah sesuatu yang mengalir dari hati kita, yang lahir dari satu hubungan yang erat dengan Tuhan karena kitamengasihi Tuhan.
2. Bapa mencari penyembah yang benar. Karena kalau penyembahnya hidup benar, maka penyembahannya juga pasti benar.
3. Penyembahan itu adalah satu hubungan kasih seperti Bapa mengasihi anakNya. Rom 8:14-16 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
4. Menyembah dalam Bapa harus menyembah dalam Roh, maksudnya menyembah harus dipimpin Roh dan harus berbahasa Roh 1 Kor 14:14, 15 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.. Allah bersemayam di atas puji-pujian umatNya.22:4.
5. Menyembah dalam kebenaran. Kita menhyembah Allah dalam keadaan hidup yang benar. Di gunung Tuhan ada otoritas Tuhan. Maz 24:3-4 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Karena itu raja Daud tidak perlu merasa malu menyembah Tuhan. 2 Sam 6:21-22 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." .
B. BAGAIMANA MENYEMBAH TUHAN?
1. Harus menantikan Tuhan. Maz 130:5-6 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Dengan jiwa yang rindu dan haus hati kita menantikan Tuhan.
2. Kita harus mempersembahkan korban yaitu hidup kita. Rom12:1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Jangan mencari keuntungan pribadi dalam penyembah Tuhan. 1 Taw 29:16. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.
3. Dalam penyembahan kita tinggal dalam hadirat Tuhan. Maz 16:8,9,11 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
4. Dalam penyembahan kita menyanyi bagi Tuhan. Maz 104:33-34 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. Dengan menggunakan alat musik, sebab musik adalah alat yang untuk mengexpresikan hati manusia. Berdasarkan arah, nyanyian bisa dibagi dua yaitu:
1) nyanyian yang bersifat verikal berarti suatu komonikasi langsung dengan Tuhan;
2) nyanyai bersifat horizontal berarti dengan nyanyian kia mengkomunikasikan Tuhan, karyaNya, keagunganNya dengan sesama. Dalam Ef 5:18-19 dipakai beberapa istilah antara lain:
a) Mazmur yaitu nyanyian spontan kepada Tuhan bisa berisikan doa atau kesaksian. Hati kita mengungkapkan kata-kata tanpa terikat dengan birama atau melodi tertentu,
b) Kidung puji-pujian yaitu nyanyain yang sudah baku, yang sudah tersruktur digubah dan ditulis seseorang ataspewahyuan Allah,
c) Nyanyian rohani (spiritual song) ini berarti adalah nyanyian dalam Roh yaitu dengan memakai bahasa Roh. Nyanyian ini sepenuhnyadipimpim oleh Roh tanpa perlu kita memikirkan kata-kata ataupun melodi yang harus dinyanyikan.
5. Dalam penyembahan kita merendahkan diri dihadapan Tuhan. Maz 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! . Kita menyembah Allah yang maha besar, maha kuasa, karena itu kita merendahkan diri dihadapanNya, mengakui seluruh keberadaan Allah yang jauh melebihi hidup kita. Dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama ada beberapa istilah yang dipakai untuk menyembah Allah:
a. 'Shachah' berarti tersungkur , sujud dengan muka sampai ke tanah
b. 'Halal' barati mengungkapkan kebanggaan dan kemasyhuran Tuhan. Bandinhgkan dengan kata haleluya itu terdiri dari "halal" dan "Yahweh".
c. 'Yadah' berarti kita memuji Tuhan dengan menggunakan tangan ataupun dengan menggangkat tangan. Maz 47:2; 143:2; 141:3
d. 'Barak' artinya kita berlutut untuk menyatakan sikap penghormata kita kepada Tuhan.Maz 123:2
6. Dalam penyembahan kita bergaul erat dengan Tuhan. Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Karena Allah adalah Roh, maka yang kita harus bangun adalah hubungan manusia rohani kita dengan Allah. Allah banyak kali tidak melihat yang kelihatan tetapi justru yang tidak kelihatan yang manusia rohani kita, hati kita, roh kita. Karena itu kita harus memakai bahasa Roh 1 Kor 14:4a Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri. Seperti digambarkan dalam Yeh 47:1-5 kita perlu semakin dalam dalamsungai Tuhan agar kita melihat kehidupan yang sesugguhnya.
7. Dalam penyembahan kita menyenangkan hati Tuhan. Kol 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Hidup sebagai orang Kristen
Kristen artinya pengikut Yesus
Jika orang Kristen hidup sesuai dengan pengjaran Kristus, maka semua orang India akan menjadi Kristen. “If Christians would really live according to the teachings of Christ, as found in the Bible, all of India would be Christian today.” Mahatma Gandi
“I like your Christ, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.” Mahatma Gandi (Mahatma Gandi adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati di sejarah modern. Meskipiun Gandi seorang beragama Hindu, dia sangat mengagumi Yesus dan sering mengutip Khotbah di atas Bukit. Sekali ketika misionari E. Stanly Jones bertemu dengan Gandi, dia menanyakan kepadanya, “Tuan Gandi, meski anda sering mengutip perkataan Yesus, mengapa anda pada kenyataannya menolak menyerah menjadi pengikutNya?”
Gandi menjawab, “Oh, saya tidak menolak Kristusmu. Saya mengasihi Kristusmu. Hanya saja begitu banyak diantara kelian orang Kristen tidak seperti Kristusmu.”
Rupanya penolakan Gandi akan Kekristenan bermuladari satu peristiwa yang tejadi ketika ia masih seorang pengacara pemuda di Afrika selatan. Dia telah tertarik kepada iman Kristen, dia telah mempelajari Alkitab dan pengajaran Yesus, dan telah bersungguh menyelidiki menjadi seorang Kristen. Dan kemudian dia memutuskan untuk menhadiri satu ibadah Krisen. Begitu ia melangkah kali ke gereja besar kemana ia berniat untuk pergi, soerang pemimpim kulit putih Afrika Selatan dari gereja itu menghalangi jalanya di pintu. “Kemana negkau sedang pergi, orang kafir? Orang itu bertanya dalam nada suara berteriak.
Gandi menjawab, “Saya suka menghadiri ibadah di sini.”
Peemimpin gereja itu membentak dia, “Di sini tidak ada tempat bagi orang kafir dalam gereja ini. Keluar dari di sini atau saya akan panggil wakilku melempar engkau ke jalan,”
Dari sejak saat itu, Gandi berkata, dia memutuskan untuk mengambil apa yang baik dalam Kekristenan, tetapi tidak akan pernah lagi ia mempertimbangkan menjadi seorang Kristen jika itu berarti menjadi bagian dari gereja.
1. MENJADI KRISTEN ITU MUDAH TETAPI HIDUP SEBAGAI ORANG KRISTEN ITU PERJUANGAN
Langkah iman pertama menjadi Kristen:
Percaya Yesus sebagai Juruselamat (waktu altar call- hingga setia terus melakukan Firman)
Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
Mengakui dan memohon ampun dosa lalu bertobat
Dibaptis air dan dibaptis Roh
2. HIDUP SEBAGAI ORANG KRISTEN
a. Mengenal Yesus lewat Firman dan wahyu (Mat 16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga).
b. Hidup dalam Roh (Rom 8:5-8 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah). Gal 5:16-21 16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,Gal 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.)
c. Meninggalkan hidup dan menerima hidup baru. 2 Kor 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.); Rom 11:17-24 17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! 21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
d. Maju terus dalam iman dengan tekun. Fil 3:13-14 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
e. Tekun melakukan Firman Mat 7:21-25 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
3. Banyak orang yang tidak percaya Yesus akhirnya menolak percaya Yesus karena melihat cara hidup orang Kristen yang salah
Jika orang Kristen hidup sesuai dengan pengjaran Kristus, maka semua orang India akan menjadi Kristen. “If Christians would really live according to the teachings of Christ, as found in the Bible, all of India would be Christian today.” Mahatma Gandi
“I like your Christ, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.” Mahatma Gandi (Mahatma Gandi adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati di sejarah modern. Meskipiun Gandi seorang beragama Hindu, dia sangat mengagumi Yesus dan sering mengutip Khotbah di atas Bukit. Sekali ketika misionari E. Stanly Jones bertemu dengan Gandi, dia menanyakan kepadanya, “Tuan Gandi, meski anda sering mengutip perkataan Yesus, mengapa anda pada kenyataannya menolak menyerah menjadi pengikutNya?”
Gandi menjawab, “Oh, saya tidak menolak Kristusmu. Saya mengasihi Kristusmu. Hanya saja begitu banyak diantara kelian orang Kristen tidak seperti Kristusmu.”
Rupanya penolakan Gandi akan Kekristenan bermuladari satu peristiwa yang tejadi ketika ia masih seorang pengacara pemuda di Afrika selatan. Dia telah tertarik kepada iman Kristen, dia telah mempelajari Alkitab dan pengajaran Yesus, dan telah bersungguh menyelidiki menjadi seorang Kristen. Dan kemudian dia memutuskan untuk menhadiri satu ibadah Krisen. Begitu ia melangkah kali ke gereja besar kemana ia berniat untuk pergi, soerang pemimpim kulit putih Afrika Selatan dari gereja itu menghalangi jalanya di pintu. “Kemana negkau sedang pergi, orang kafir? Orang itu bertanya dalam nada suara berteriak.
Gandi menjawab, “Saya suka menghadiri ibadah di sini.”
Peemimpin gereja itu membentak dia, “Di sini tidak ada tempat bagi orang kafir dalam gereja ini. Keluar dari di sini atau saya akan panggil wakilku melempar engkau ke jalan,”
Dari sejak saat itu, Gandi berkata, dia memutuskan untuk mengambil apa yang baik dalam Kekristenan, tetapi tidak akan pernah lagi ia mempertimbangkan menjadi seorang Kristen jika itu berarti menjadi bagian dari gereja.
1. MENJADI KRISTEN ITU MUDAH TETAPI HIDUP SEBAGAI ORANG KRISTEN ITU PERJUANGAN
Langkah iman pertama menjadi Kristen:
Percaya Yesus sebagai Juruselamat (waktu altar call- hingga setia terus melakukan Firman)
Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
Mengakui dan memohon ampun dosa lalu bertobat
Dibaptis air dan dibaptis Roh
2. HIDUP SEBAGAI ORANG KRISTEN
a. Mengenal Yesus lewat Firman dan wahyu (Mat 16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga).
b. Hidup dalam Roh (Rom 8:5-8 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah). Gal 5:16-21 16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,Gal 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.)
c. Meninggalkan hidup dan menerima hidup baru. 2 Kor 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.); Rom 11:17-24 17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! 21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
d. Maju terus dalam iman dengan tekun. Fil 3:13-14 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
e. Tekun melakukan Firman Mat 7:21-25 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
3. Banyak orang yang tidak percaya Yesus akhirnya menolak percaya Yesus karena melihat cara hidup orang Kristen yang salah
Rabu, 23 Juli 2008
Bapa sorgawi vs bapa jasmani
Mat 7:9-11 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
1. Secara jasmani setiap orang di dunia ini pasti memiliki seorang ayah. Pada umumnya seorang ayah selalu memikirkan dan mengusahakan hal yang baik bagi anak-anaknya. Itu sebabnya seorang ayah selalu rela bekerja keras demi kesejahteraan anak-anaknya masa kini dan masa datang. Karena itu sebagai ayah yang baik, apa saja yang diminta oleh anaknya asal saja seorang ayah mampu dan sesuai dengan kebutuhan anaknya, maka seorang ayah selalu berusaha untuk memberikannya. Seperti kata nas di atas jika seorang anak meminta roti, maka ayah manapun tidak akan pernah memberi batu ganti roti. Namun sebagai manusia umumnya, seorang ayah jasmani mempunyai keterbatasan dalam segala hal, meskipun ia telah berupaya keras tetapi banyak juga belum sanggup untuk mencukupkan apa dibutuhkan oleh anak-anaknya.
2. Karena itu sebagai orang percaya pada Yesus, kita sangat bersyukur oleh karena percaya pada Yesus Kristus kita menjadi anak-anak dari Bapa Sorgawi, dan Allah menjadi Bapa kita. Bapa sorgawi itu adalah Allah Yang Maha Kuasa, Dia berkuasa di sorga dan di atas bumi. Dia pencipta segala yang ada. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Jadi kita perlu apa saya dalam hidup ini asal kita minta maka Yesus menjamin Bapa sorgawi pasti memberikan kepada kita.
3. Jadi yang diperlukan di sini :
a. komunikasi. Meskipun sesungguhnya sebelum kita kita minta bapa sudah tahu apa yang kita butuhkan, namun Bapa selalu senang jika kita berkomunikasi dengan Dia.
b. Hubungan yang harmonis dengan Bapa. Jangan hanya pada saat kita perlu sesuatu baru kira mendekat diri dengan Bapa.
c. Buatlah Bapa itu bangga memiliki anak seperti kita. Coba renungkan, sejak kita menjadi orang percaya pada Yesus hingga saat ini seberapa seringkah kita sebagai anak Bapa membuat Bapa sorgawi itu bangga memiliki anak seperti kita? atau manakah yang lebih banyak kita membuat hati Bapa sorgawi itu bangga pada kita atau malah Iasakit hati dan menyesal mempunyai anak seperti kita? Jika kita lebih banyak membuat Dia sedih, apakah yang terjadi pada saat kita meminta kepadaNya, kira-kira Dia menjawab kita ????
Kalau kita sedikit menoleh kebelakang, maka kita akan menemukan ada banyak sekali berkat yang kita terima dalam hidup ini bukan karena kita minta, tetapi karena kita sebagai anak dari Bapa sorgawi yang baik itu. Meskipun banyak kali kita membuat Dia sedih. Itulah sebabnya mari kita selalu bersyuklur kepadaNya. Tuhan memberkati.
1. Secara jasmani setiap orang di dunia ini pasti memiliki seorang ayah. Pada umumnya seorang ayah selalu memikirkan dan mengusahakan hal yang baik bagi anak-anaknya. Itu sebabnya seorang ayah selalu rela bekerja keras demi kesejahteraan anak-anaknya masa kini dan masa datang. Karena itu sebagai ayah yang baik, apa saja yang diminta oleh anaknya asal saja seorang ayah mampu dan sesuai dengan kebutuhan anaknya, maka seorang ayah selalu berusaha untuk memberikannya. Seperti kata nas di atas jika seorang anak meminta roti, maka ayah manapun tidak akan pernah memberi batu ganti roti. Namun sebagai manusia umumnya, seorang ayah jasmani mempunyai keterbatasan dalam segala hal, meskipun ia telah berupaya keras tetapi banyak juga belum sanggup untuk mencukupkan apa dibutuhkan oleh anak-anaknya.
2. Karena itu sebagai orang percaya pada Yesus, kita sangat bersyukur oleh karena percaya pada Yesus Kristus kita menjadi anak-anak dari Bapa Sorgawi, dan Allah menjadi Bapa kita. Bapa sorgawi itu adalah Allah Yang Maha Kuasa, Dia berkuasa di sorga dan di atas bumi. Dia pencipta segala yang ada. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Jadi kita perlu apa saya dalam hidup ini asal kita minta maka Yesus menjamin Bapa sorgawi pasti memberikan kepada kita.
3. Jadi yang diperlukan di sini :
a. komunikasi. Meskipun sesungguhnya sebelum kita kita minta bapa sudah tahu apa yang kita butuhkan, namun Bapa selalu senang jika kita berkomunikasi dengan Dia.
b. Hubungan yang harmonis dengan Bapa. Jangan hanya pada saat kita perlu sesuatu baru kira mendekat diri dengan Bapa.
c. Buatlah Bapa itu bangga memiliki anak seperti kita. Coba renungkan, sejak kita menjadi orang percaya pada Yesus hingga saat ini seberapa seringkah kita sebagai anak Bapa membuat Bapa sorgawi itu bangga memiliki anak seperti kita? atau manakah yang lebih banyak kita membuat hati Bapa sorgawi itu bangga pada kita atau malah Iasakit hati dan menyesal mempunyai anak seperti kita? Jika kita lebih banyak membuat Dia sedih, apakah yang terjadi pada saat kita meminta kepadaNya, kira-kira Dia menjawab kita ????
Kalau kita sedikit menoleh kebelakang, maka kita akan menemukan ada banyak sekali berkat yang kita terima dalam hidup ini bukan karena kita minta, tetapi karena kita sebagai anak dari Bapa sorgawi yang baik itu. Meskipun banyak kali kita membuat Dia sedih. Itulah sebabnya mari kita selalu bersyuklur kepadaNya. Tuhan memberkati.
Kamis, 08 Mei 2008
MENJADI SEORANG AYAH YANG BERHASIL
Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
Kolose 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Menjadi seorang ayah adalah satu proses. Materi yang pertama tentu anak yang sah dari satu pernikahan yang kudus. Namun langkah berikutnya adalah bagaimana seseorang dapat mentransfer apa yang ada dalam dirinya (yang diterimanya dari Tuhan sebagai ide atau wahtu) kepada anak-anaknya.
Dengan memperhatikan nas di atas maka tugas utama seorang ayah adalah mendidik anak-anaknya. Seringkali ada banyak rencana (keinginan/kehendak) dalam diri seorang ayah namun tidak semuanya dapat dipahami oleh anak-anaknya.
Mari kita melihat konsep itu dalam diri Nuh yang mejadi seroang ayah yang luar biasa dan berhasil mewujudkan satu mega proyek yang besar. Hal itu diceritakan dalam Kejadian 6:10-22 ada beberapa hal yang penting dicatat bagi Nuh sebagai ayah yang berhasil:
1. Setelah Nuh menerima wahyu yang besar itu, ia dapat menterjemahkan itu pada ketiga anaknya sampai ketiga anaknya itu ikut serta mengerjakan pembangunan bahtera itu yang dibangun tidak kurang dari 100 tahun.
2. Bahkan ketiga anaknya itu juga dapat menterjemahkan wahyu "yang besar" kepada ketiga pasangan mereka yang pada akhirnya ketiga perempuan itu menjadi isteri masing-masing anak Nuh
Kolose 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Menjadi seorang ayah adalah satu proses. Materi yang pertama tentu anak yang sah dari satu pernikahan yang kudus. Namun langkah berikutnya adalah bagaimana seseorang dapat mentransfer apa yang ada dalam dirinya (yang diterimanya dari Tuhan sebagai ide atau wahtu) kepada anak-anaknya.
Dengan memperhatikan nas di atas maka tugas utama seorang ayah adalah mendidik anak-anaknya. Seringkali ada banyak rencana (keinginan/kehendak) dalam diri seorang ayah namun tidak semuanya dapat dipahami oleh anak-anaknya.
Mari kita melihat konsep itu dalam diri Nuh yang mejadi seroang ayah yang luar biasa dan berhasil mewujudkan satu mega proyek yang besar. Hal itu diceritakan dalam Kejadian 6:10-22 ada beberapa hal yang penting dicatat bagi Nuh sebagai ayah yang berhasil:
1. Setelah Nuh menerima wahyu yang besar itu, ia dapat menterjemahkan itu pada ketiga anaknya sampai ketiga anaknya itu ikut serta mengerjakan pembangunan bahtera itu yang dibangun tidak kurang dari 100 tahun.
2. Bahkan ketiga anaknya itu juga dapat menterjemahkan wahyu "yang besar" kepada ketiga pasangan mereka yang pada akhirnya ketiga perempuan itu menjadi isteri masing-masing anak Nuh
Langganan:
Postingan (Atom)